Sekarang, PDIP Makin Kesal dengan Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Politik

Sekarang, PDIP Makin Kesal dengan Ahok

182320_609859_PDIP_gede
FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) semakin kesal kepada Basuki T. Purnama. Terutama setelah Gubernur DKI Jakarta tersebut bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Rabu lalu.
Saat itu, Ahok menyatakan kedatangannya ke kantor DPP PDIP bukan untuk meminta dukungan, melainkan hanya meminta restu kepada Megawati untuk meminang Djarot Saiful Hidayat menjadi pasangannya pada Pilkada DKI 2017.

Kader banteng tak terima dengan pernyataan Ahok tersebut.

“Ada statement dia (Ahok) yang cukup mengganjal. Dia mengatakan, ‘saya tidak mendaftar, tapi saya hanya melamar Djarot.’ Teman-teman di bawah sudah sakit hati, tambah sakit hati lagi,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan DKI, Wiliam Yani, Sabtu (20/8), seperti dilansir RMOLJakarta.

Dia memperingatkan Ahok untuk tidak bersikap arogan. Terlebih, Megawati sama sekali belum memutuskan sikap untuk mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017.

“Jadi hari ini pengurus Jakarta lebih banyak yang tidak suka Ahok. Kalau sudah ada keputusan dukung Ahok, kita ikut saja. Namun kita harapkan Pak Ahok jangan arogan,” kata dia.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristyanto juga merasa geram dengan perkataan Ahok tersebut. Menurut Hasto, tidak mungkin Ahok datang hanya untuk meminta Djarot sebagai calon wakilnya saja, tanpa minta dukungan dari PDIP. Karena Djarot adalah kader internal PDIP, sehingga tidak dapat dipisahkan begitu saja dari partai.

“Pak Ahok kami harap dapat disiplin berbicara. Sebaiknya berpolitik itu melihat substansinya. Berpolitik itu menyatukan. Beliau (Ahok) itu pemimpin. Jangan jadi pemimpin yang memecah belah,” kata Hasto, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Tak hanya Wiliam dan Hasto, calon yang dipinang Ahok pun, Djarot merasa geram dengan ocehan tersebut. Djarot bahkan mengatakan dirinya setia dan patuh pada mekanisme partai, termasuk untuk menerima atau menolak tawaran dari Ahok yang memintanya menjadi wakil dalam Pilgub DKI 2017.

“Djarot punya partai, partai punya Djarot,” kata mantan Wali Kota Blitar itu saat menghadiri Festival Kampung Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8). [zul]

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top