Ampun! Di Minimarket Harga Rokok Rp 130 Ribu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ampun! Di Minimarket Harga Rokok Rp 130 Ribu

Harga-rokok

JAKARTA – Wacana pemerintah menaikan harga rokok dari Rp 20.000 menjadi Rp 50.000, Nampaknya menjadi isu hangat di media sosial semenjak beberapa hari terakhir.

Foto-foto harga rokok mulai bertebaran dengan harga yang bervariasi. Ada yang Rp 50 Ribu, hingga ada yang kisaran Rp 100 ribu lebih. Foto tersebut diambil dari salah satu minimarket. Belum jelas waktu dan tempatnya, namun foto ini menarik para komentator di media sosial terlebihnya bagi perokok aktif.

Bahkan bukan saja di Facebook, foto harga rokok selangit itu juga beredar di Twitter.

 “Harga 2 bungkus rokok isi @20 batang hampir setara 1 album EXO-LOTTO. Gimana menurutmu setujukah harga rokok naik?,” cuit akun @247RP saat mengunggah foto harga rokok Rp 120 ribu hingga Rp 134 ribu yang dijual di sebuah minimarket, Sabtu (20/8/2016).

Selain foto harga rokok Rp 120 ribu, daftar harga rokok yang disebut-sebut mulai berlaku bulan depan beredar di grup WhatsApp (WA).

Dalam daftar tersebut, harga rokok dibanderol mulai dari Rp 32 ribu hingga Rp 51 ribu per bungkus. Berikut daftarnya:

-Marlboro Merah Rp 51.800

-Marlboro Light Rp 48.500

-Marlboro Menthol Rp 48.800

-Marlboro Black Menthol Rp 51.200

-Marlboro Ice Blast Rp 52.500

-Dunhill Merah Rp 50.800

-Dunhill Mild Rp 48.200

-Dunhill Menthol Rp 50.200

-Lucky Strike Filter Rp 43.800

-Lucky Strike Light Rp 42.800

-Country Merah Rp 42.800

-Country Light Rp 42.200

-Pall Mall Filter Rp 42.500

-Pall Mall Light Rp 43.800

-Pall Mall Light Menthol Rp 43.800

-Djarum Super 16 Rp 39.500

-Djarum MLD Rp 40.500

-Djarum Black Rp 38.800

-Djarum Black Menthol Rp 39.200

-Djarum 76 Rp 32.800

-Djarum Clavo Filter Rp 36.200

-Djarum Clavo Kretek Rp 34.800

-LA Light Rp 38.800

-LA Menthol Rp 39.500

-LA Light Ice Rp 40.800

-LA Bold Rp 40.200

Rencana kenaikan harga rokok bulan depan masih menjadi polemik. Sebagian setuju, tetapi tidak sedikit pula yang menolak. Kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus diyakini akan mematikan industri rokok di tanah air.

Para pengusaha rokok menuding ada permainan kotor di balik rencana menaikkan harga rokok dari Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu per bungkus.

 “Ini suatu permainan yang kotor yang kemudian dia (Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) kembangkan. Boleh saja mencoba public opini, toh ini tidak akan berpengaruh,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Indonesia (Gapri) Ismanu Soemiran.

Sementara Ketua DPR RI, Ade Komarudin mengatakan setuju kenaikan harga rokok. Alasannya, pendapatan negara akan bertambah jika harga rokok dinaikkan.

“Kalau naik harganya, pasti akan bertambah kita punya pendapatan negara. Berarti penerimaan negara dari setkor itu akan diprediksi meningkat dan akan menolong APBN kita supaya lebih sehat di masa yang akan datang,” jelas Ade Komarudin di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (19/8).

Selain itu, Akom menilai kenaikan rokok juga dapat menekan jumlah perokok, sehingga angka kesehatan masyarakat di Indonesia dapat ditingkatkan.

“Itu sebagai salah satu langkah agar semakin hari masyarakat tidak lagi begitu banyak yang konsumsi yang diketahui (rokok) tdak sehat,” ucap politisi Golkar ini.

Wacana menaikkan harga rokok mencuat setelah muncul kabar perhitungan harga rokok Rp 50 ribu dari hasil kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) yang menyatakan ketergantungan akan rokok bisa berkurang bila harganya dinaikkan dua kali lipat. (one/PS/Fjr)

loading...
Click to comment
To Top