Terbaru.. Elektabilatas Ahok Terus Menurun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Terbaru.. Elektabilatas Ahok Terus Menurun

200542_504377_Masinton_di_manilka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Gubernur DKI Basuki T Purnama semakin tergerus. Berdasarkan survei Manilka Research and Consulting, elektabilitas gubernur yang beken dengan sapaan Ahok itu terus merosot.

Managing Director Manilka Research and Consulting, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, berdasarkan survei lembaganya selama periode 6-11 Agustus, terungkap bahwa elektabilitas Ahok terus tergerus karena publik menganggap calon incumbent di pilkada DKI Jakarta itu semakin inkonsisten. Inkonsistenti Ahok yang paling menonjol adalah ketika memutuskan maju di pilkada DKI melalui partai politik setelah sebelumnya berkoar-koar bakal mencalonkan diri lewat jalur independen.

“Sebanyak 47,7 persen responden menyatakan Gubernur Ahok tidak konsisten yang akhirnya memilih jalur partai politik di Pilkada DKI Jakarta 2017,” ujar Herzaky dalam paparan hasil survei Manilka di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8).

Survei itu dilakukan terhadap terhadap 440 responden yang tersebar di enam wilayah administratif di DKI Jakarta. Yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

Herzaky menjelaskan, 98,8 persen responden memang mengenal Ahok. Namun, dari sisi tingkat kesukaan publik terhadap Ahok memang mengalami tren penurunan.

Sebelumnya tingkat kesukaan publik terhadap Ahok pada Juni lalu masih di angka 62,5 persen. Namun, survei Manilka pada Agustus ini menunjukkan tingkat kesukaan responden terhadap Ahok anjlok menjadi 56,1 persen.

Elektabilitas Ahok pun ikut anjlok. Dari 49,3 persen pada Juni, menjadi 43,6 persen pada Agustus.

Manilka juga membuat simulasi untuk mengukur elektabilitas Ahok ketika diduetkan dengan figur tertentu dan bersaing dengan calon pasangan lainnya. Simulasi pertama adalah duet Ahok dengan Djarot S Hidayat.

Jika duet Ahok-Djarot berhadapan dengan Tri Rismaharini-Sandiaga Uno, ternyata elektabilitasnya imbang. Yakni di angka 20,9 persen. “Sementara responden yang mengatakan masih ragu sebanyak 45,2 persen dan tidak menjawab 13 persen,” ujar Herzaky.

Sedangkan jika Ahok-Djarot diadu dengan pasangan Sandiaga-Yusuf Mansur, maka duet incumbent itu masih unggul dengan elektabilitas 24,1 persen. Sedangkan pasangan Sandiaga-Yusuf Mansur di angka 14,8 persen.

Sisanya 46,8 persen responden menyatakan ragu, sedangkan 14,3 persen lainnya tidak menjawab.

Ada juga simulasi jika Ahok diduetkan dengan Heru Budi Hartono untuk melawan pasangan Risma-Budi Waseso dan Sandiaga-Yusuf Mansur, Hasilnya, duet Ahok-Heru masih unggul dengan elektabilitas 21,1 persen, disusul pasangan Risma-Buwas (12,5 persen), dan Sandiaga-Yusuf (11,8 persen).

Sisanya 43,7 persen responden ragu dan 10,9 persen tidak menjawab. “Belum jelasnya paket kandidat cagub dan cawagub DKI turut mempengaruhi sikap pemilih yang belum menentukan sikapnya,” sebut Herzaky.(dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top