Wow! Ini Harga Rokok yang Beredar, Paling Mahal Malboro, Masih Berani Bro? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ekonomi & Bisnis

Wow! Ini Harga Rokok yang Beredar, Paling Mahal Malboro, Masih Berani Bro?

rokok (1)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Wacana kenaikan harga rokok dari Rp 20.000 menjadi Rp 50.000 hingga sekarang belum final. Pemerintah juga belum membuka diskusi bersama Bea dan cukai soal permasalahan ini. Namun berbagai isu telah beredar di berbagai media sosial tentang harga rokok yang nantinya akan dijual.

Padahal belum ada keputusan resmi dari pemerintah menyangku tarif rokok perbungkus. Jika wacana ini telah Final, maka otomatis pengusaha rokok akan merilis harga rokok untuk publik.

Namun sayangnya, Beberapa pesan berantai tentang harga rokok telah beredar di media sosial. Diaantaranya terdapat jenis-jenis rokok dengan harga  yang bervariasi.

Berikut harga rokok yang beredar di media sosial.

-Marlboro Merah Rp 51.800

-Marlboro Light Rp 48.500

-Marlboro Menthol Rp 48.800

-Marlboro Black Menthol Rp 51.200

-Marlboro Ice Blast Rp 52.500

-Dunhill Merah Rp 50.800

-Dunhill Mild Rp 48.200

-Dunhill Menthol Rp 50.200

-Lucky Strike Filter Rp 43.800

-Lucky Strike Light Rp 42.800

-Country Merah Rp 42.800

-Country Light Rp 42.200

-Pall Mall Filter Rp 42.500

-Pall Mall Light Rp 43.800

-Pall Mall Light Menthol Rp 43.800

-Djarum Super 16 Rp 39.500

-Djarum MLD Rp 40.500

-Djarum Black Rp 38.800

-Djarum Black Menthol Rp 39.200

-Djarum 76 Rp 32.800

-Djarum Clavo Filter Rp 36.200

-LA Light Rp 38.800

-LA Menthol Rp 39.500

-LA Light Ice Rp 40.800

-LA Bold Rp 40.200

Sementara itu,  Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partonan Daulay, mengatakan, hingga sekarang belum ada pembicaraan khusus bersama komisi IX terkait hal ini. 

Namun Menurutnya, jika pemerintah serius ingin menerapkan kebijakan itu, komisi yang fokus terhadap kesehatan dan ketenagakerjaan akan ikut serta mengawal.

“Pembicaraan dalam rapat formal belum ada sama sekali. Yang jelas, ada banyak anggota yang tidak keberatan dengan kenaikan harga rokok tersebut,” ungkap legislator asal Medan itu.

Persoalan kenaikkan harga rokok juga perlu dibahas dengan komisi lainnya. Misal komisi IV yang berkepentingan dari sisi perlindungan para petani tembakau.

Lalu, komisi VI lebih fokus pada isu industri dan perdagangan. Serta, komisi XI yang akan mengawasi kemungkinan kenaikan pendapatan pemerintah dari cukai yang juga tentu ikut dinaikkan.

“Persoalan tembakau dan industri rokok ini tidak sederhana. Mesti dibicarakan lintas komisi yang ada di DPR,” pungkas politikus PAN itu.

Secara umum, Saleh yakin, rekan-rekannya di DPR tidak keberatan dengan wacana ini. Asalkan pemerintah meyakinkan parlemen bahwa niat dan tujuannya benar-benar untuk kebaikan bersama. (dna/JP/dal//fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top