Banyak yang Ribut Menolak Kenaikan Harga Rokok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Ekonomi & Bisnis

Banyak yang Ribut Menolak Kenaikan Harga Rokok

meme harga rokok naik

FAJAR.CO.ID, Isu kenaikan harga rokok meskipun belum diputuskan, namun banyak yang menolak wacana tersebut. Hingga sekarang masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Netizen ramai-ramai memberikan hastag seperti di twitter, #TolakHargaRokok50Ribu. Tagar tersebut menjadi trending topik di media sosial, terlibih lagitelah beredar pesan berantai yang memberikan rilisan sejumlah harga rokok yang nantinya akan di jual.

Salah satu Akun yang sangat populer @PartaiSocmed yang mengawalinya lewab sejumlah kuliah tweetnya. “#TolakHargaRokok50ribu,” cuit @PartaiSocmed.

Setelahnya, banyak yang mengikutinya. Sejumah tweep menolak wacana tersebut disertai dengan alasannya masing-masing. Tweeps menilai, sumbangan cukai dari para perokok sangat membantu negara. Padahal kebanyakan perokok adalah kelas menengah ke bawah alias wong cilik.

“Saya tidak habis pikir kenapa negara suka sekali memiskinkan rakyatnya. #TolakHargaRokok50Ribu,” tulis akun @bengkeldodo disambut @bilangin_. “Rokok dan kopi adalah temannya kaum realis. Memisahkan mereka adakah bukti rezim ini tidak suka golongan wong cilik” #TolakHargaRokok50Ribu,” tulisnya.

Wacana kenaikan drastis harga rokok juga bikin para istri cemas. Tweeps @ichahandoko dan @AmaliaKH_25 misalnay. Ada benernya juga bikin hestek ini #TolakHargaRokok50Ribu. Takutnya para suami-suami kita nanti malah pada ngurangin jatah uang belanja istri,” kicau mereka bedua.

Ada juga yang membantah alasan kesehatan yang jadi pertimbangan wacana ini. “Gua mati mah karna Allah, bukan karena rokok,” kata @kazehaya_22a.

Sementara yang lain menimpali. “Kami bayar pajak lebih banyak dibanding kalian yang sok sehat. Asap rokok itu enggak separah polusi udara. Paham,” ujar @g3b_Pe disambut tweeps lainnya. “Rezim yang tidak kreatif mengharapkan pendapatan dari cukai rokok dengan cara karbitan,” tulis @peppramu.

Akun @mistono2 tak jauh berbeda. “Yang kreatif dong kalo mau menambah pendapatan jangan menindas rakyat #TolakHargaRokok,” cuitnya dibalas @ariblothong dan @faqihmubarok yang menyindir dengan menantang kebijakan ini segera diterapkan. “Naikkan rokok sepuasmu pak pemerintah, aku tetep merokok mbuh piye carane.” “Ndang mundako 50 ewu. Tak tukune su!.”

Ada juga yang menyindir golongan yang sok anti rokok. “Merokok itu pilihan. Hormati perokok juga. Jangan cuma yang antirokok yang dihormati,” ungkap @rrmahayukd senada dengan @MohammadMakruf. “Suka heran sama yang anti rokok, mereka paksa perokok untuk berhenti, padahal perokok gak maksa mereka untuk merokok.”

Akun @Syihab30 membenarkan. “Orang yang anti rokok cukup dengan tidak merokok. Sebaiknya tidak usil terhadap perokok. Tolak harga rokok naik.”

Senada, akun @Meirwan_Faqih mengingatkan kenaikan harus sedikit demi sedikit. “BBM aja naik Harga cuman 1000, 2000 masa rokok langsung Rp 50 ribu. #TolakHargaRokok @Jokowi. Naik boleh aja cuman gak langsung 50 ribu kali, bertahap! Pengen tragedi 98 terulang apa gimana?” ancamnya.

BACA:  Lorenzo Rajai Balapan Qatar. Ducati Bikin Kejutan

Sedangkan @RustamIbrahim setuju pemerintah menaikkan cukai rokok. “Bahwa cukai rokok perlu dinaikkan untuk menambah pendapatan negara wajar saja, tapi saya tidak yakin harga rokok jadi 50 ribu/bungkus,” tulisnya.

Politisi PDI Perjuangan @ariabima99 merespon. “Rokok Rp 50 rb. Methode harga tinggi untuk mengurangi jumlah perokok. Dalam hal ini hendaklah dipahami bahwa aplikasi suatu aturan perlu gradual.”

Sejumlah kepala daerah pun ikut nimbrung. Wagub Jatim Soekarwo tak setuju. Akun @pakdekarwo1950 menilai wacana menaikkan harga rokok Rp 50 ribu mengejutkan. “Sebaiknya daerah diajak bicara, apalagi Jatim penyumbang cukai terbesar.*Pakde Karwo*” cuitnya. Sementara Bupati Purwakarta @DediMulyadi71merespon lain. Harga Rokok Rp50 ribu, siap-siap bako mole & kertas pahpir kebanjiran pesanan. *Perokok pasti ngahuleng tiap malam.”

Musisi senior @iwanfals tak ambil pusing. “Hah rokok mau Rp 50 rb, waduh untung saya udah gak ngerokok lagi, kalau gak ya mumetlah.”

Tak sedikit pula barisan pendukung wacana tersebut. Seperti akun@theopils. “Smoker sih akan teriak #TolakHargaRokok50Ribu, kalo sy sich #DukungHargaRokok1Juta :),” cuitnya diamini @AgnesMagfira. “#TolakHargaRokok50Ribu. Lumayan bang 50ribu kalo ditabung sebulan bisa Rp 1,5 jt bisa buat modal nikah.”

Tak jauh berbeda, @AmaliaKH_25 juga setuju. “Sebagai perempuan aku setuju harga rokok dinaikin biar uang belanja gue ngga dipotong buat beli rokok suami kelak,” kicaunya senada dengan @maladina17. “Kok ditolak sih, kan demi kebaikan abang-abang juga. Biar bisa hemat duit dan tetep sehat. Enggak ngrokok tetep ganteng kok.”

Tweeps @EkaDRahayu nyamber. “Daripada 50 ribu buat beli rokok sebungkus, mending ditabung buat modal kita nikah bang,” cuit dia. ***

Untuk diketahui, sebuah studi dari Universitas Indonesia (UI) menyebut, jika harga rokok naik drastis, sampai Rp 50 ribu, para perokok akan berhenti merokok. Setelahnya polemik merebak.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengaku pihaknya belum tahu wacana ini. Sejauh ini, ia belum bertemu dengan instansi terkait membicarakan kenaikan harga rokok.

Jangan sampai mematikan industri rokok kecil menengah serta jangan sampai naik terlalu drastis justru penerimaan negara turun. “Harus diperhitungkan dengan cermat berapa kenaikan harga yang optimal dengan mempertimbakan berbagai segi,” ujarnya. (rmol/fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top