Buset! Sekali Kabur, Diplomat Korut Ini Bawa Kabur 5,2 Triliun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Buset! Sekali Kabur, Diplomat Korut Ini Bawa Kabur 5,2 Triliun

korut

FAJAR.CO.ID, SEOUL – Gelombang pembelotan elite politik Korea Utara (Korut) terus mengalir. Setelah Wakil Duta Besar Korut di London Thae Yong-ho melarikan diri ke Korea Selatan (Korsel), kini giliran pejabat senior di Kantor 39 yang bertugas di Eropa. Kantor 39 adalah organisasi rahasia di Partai Pekerja yang bertugas mengelola keuangan untuk pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un.

Amerika Serikat (AS) menyebut Kantor 39 sebagai jaringan milik Korut di luar negeri untuk mendapatkan uang secara ilegal. Termasuk di antaranya dengan penjualan obat terlarang dan peredaran uang palsu. Media-media di Korsel kemarin (19/8) ramai memberitakan pelarian elite politik Pyongyang itu.

Dong-A Ilbo dan Yonhap menyebut pejabat itu masih berada di salah satu negara Eropa. Elite politik yang tidak disebutkan namanya itu dan dua putranya berada dalam perlindungan pemerintah setempat. Dong-A Ilbo menguraikan bahwa dia lari pada Juni lalu dengan membawa uang sebesar USD 400 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Sedangkan Yonhap menyatakan bahwa dia menghilang sejak akhir tahun lalu.

Belum diketahui dengan jelas apakah dia akan membelot ke Korsel atau tetap mencari perlindungan di negara-negara lain yang mau melindungi dan menjadikannya warga negara. Menurut Yonhap, pejabat itu telah mengajukan suaka ke Amerika Serikat (AS), tapi ditolak. Sedangkan Dong-A Ilbo mengungkapkan, hilangnya pria tersebut telah memicu pencarian besar-besaran oleh agen-agen Korut.

Dua media itu menyebut pria itu telah tinggal di Eropa selama 20 tahun. Mengingat lamanya dia di luar negeri, sangat mungkin pria itu adalah orang kepercayaan Kim.

Kementerian Unifikasi Korsel sejauh ini belum mau berkomentar. Namun, para pakar mengungkapkan bahwa pembelotan oleh elite politik Korut meningkat sejak kematian mantan pemimpin Korut Kim Jong-il. Gelombang tersebut kian besar saat sanksi dari dunia internasional kepada Pyongyang kian keras. Pembelotan itu juga menunjukkan bahwa perbedaan pendapat antara para elite politik dan rezim Kim Jong-un kian tidak bisa dijembatani.

”Itu pembelotan kecil tapi merupakan permulaan penting yang mengilustrasikan bahwa kontrol sosial (di Korut, Red) tidak lagi berfungsi,” ujar pakar tentang Korut dan peneliti di Institute for Defense Analysis di AS Kongdan Oh. (AFP/KoreaTimes/sha)

loading...
Click to comment
To Top