Dicap Menghina Islam, Rapper Malaysia Dibekuk Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dicap Menghina Islam, Rapper Malaysia Dibekuk Polisi

(FILES) This file photo taken on July 28, 2010 shows Malaysian rapper Wee Meng Chee, better known as Namewee, speaking during an interview with AFP at his office in Kuala Lumpur. 
The popular Malaysian rapper and film director has been arrested over a music video which allegedly disrespects Islam, the national news agency said on August 21, 2016. / AFP PHOTO / STR

FAJAR.CO.ID, PENANG – Pengadilan di Malaysia bakal menggelar sidang dengan terdakwa seorang penyanyi rap kondang Negeri Jiran itu, Wee Meng Chee aka. Namewee. Musisi berusia 31 tahun ini ditangkap di Bandara Kuala Lumpur, Minggu (21/8), ketika kembali dari luar negeri.

“Wee Meng Chee sedang diselidiki dalam kasus mengotori tempat ibadah, dengan maksud menghina agama (Islam),” ujar pimpinan kepolisian di Penang, Faridalathrash Wahid, seperti dikutip dari AFP, Senin (22/8).

Rapper yang juga sutradara film itu terancam dua tahun penjara atau denda, bisa jadi keduanya, jika terbukti bersalah.

Namewee disebut telah menggunakan kata Allah dan azan dalam video musiknya berdurasi empat menit yang sudah tersebar luas. Lagu yang dimaksud adalah nan berjudul Oh My God.

Dalam video itu, terdapat cuplikan Namewee dan penyanyi lainnya, mengenakan pakaian yag mewakili berbagai budaya dan agama. Mereka mengambil lokasi di dalam masjid di Penang, gereja dan tempat ibadah lainnya.

Penangkapan serta agenda sidang Namewee ini memicu kehebohan. Amnesty International mengkritik, kasus ini hanya tanda meningkatnya ketakutan pemerintah Malaysia terhadap kritikan, termasuk dari para seniman.

“Amnesti Internasional menyerukan Wee Meng Chee (Namewee) segera dibebaskan tanpa syarat jika dia ditahan karena menyuarakan kedamaian dan kebebasan berekspresi,” tutur Wakil Direktur Regional Amnesti Internasional, Josef Roy Benedict.

“Kami juga meminta pemerintah (Malaysia) mencabut atau meninjau semua undang-undang yang terlalu membatasi hak kebebasan berekspresi,” imbuh Benedict.

Meski menuai kritik atau kontroversi, sepertinya pemerintah Malaysia akan bersikukuh memproses kasus ini. Beberapa kelompok masyarakat di Malaysia memang mengajukan laporan ke polisi, mengklaim musik Namewee telah menghina agama Islam. (adk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top