Ini Memalukan! Oknum TNI dan Polisi Adu Jotos di Acara Pernikahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ini Memalukan! Oknum TNI dan Polisi Adu Jotos di Acara Pernikahan

jotos

FAJAR.CO.ID, KUPANG – Sangat disayangkan, Bukannya turut menjaga keamana di acara pesta pernikahan, justru Oknum TNI dan Polisi terlibat perkelahian yang bikin gempar warga setempat.

Perkelahian tersebut, terjadi si salah satu acara pernikahan di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka masing-masing, anggota Polres Rote Ndao, Brigadir Polisi (Brigpol) Robinson Penna dan anggota Kodim 1627, Serda Jefry A Banokdari.

Kejadian itu bermula ketika keduanya menghadiri pesta pernikahan sahabat mereka di rumah milik Mole Henuk di Lingkungan Lekioen, Kelurahan Mokdale. Diduga, Brigpol Robinson dan Serda Jefry sama-sama mabuk usai mengonsumsi minuman keras (miras).

Keduanya sempat joget saat biduan menghibur pengunjung dengan lagu dangdut. Saat joget itulah, Brigpol Robinson Penna dan Serda Jefry saling senggol. Akibatnya, Serda Jefry memukul Brigpol Robinson. Keduanya pun ribut, tetapi berhasil dilerai warga.

Brigpol Robinson kemudian pulang ke rumahnya. Ia diantar temannya yang bernama Frans. Sementara Serda Jefry masih berada di tempat pesta pernikahan karena rumahnya berdekatan dengan tempat pesta.

Keributan di tempat pesta pernikahan rupanya tak diterima oleh Brigpol Robinson. Anggota Polres Rote Ndao menghadang Serda Jefry saat hendak pulang ke rumahnya.

Brigpol Robinson menunggu Serda Jefry di gang yang tak jauh dari tempat pesta pernikahan. Ketika Serda Jefry jalan pulang, Brigpol Robinson langsung melayangkan tinjunya ke kepala Serda Jefry. Akibatnya, Serda Jefry mengalami luka robek sepanjang 5 sentimeter di bagian kepala.

Serda Jefry dan Brigpol Robinson kembali berkelahi di gang. Perkelahian itu terdengar sampai ke lokasi pesta, sehingga warga kembali turun tangan melerai kedua oknum aparat tersebut.

Warga berhasil melerai perkelahian oknum polisi vs TNI tersebut. Warga lantas melaporkan kejadian itu ke atas mereka. Tak berselang lama, pimpinan dari kedua institusi itu turun ke lokasi dan mengamankan oknum tersebut

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Estasius Widyo Sunaryo membenarkan kejadian itu. Namun, Estasius menyebut kasus ini diselesaikan dengan damai. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang masalah tersebut.

“Kita tetap berikan hukuman berupa hukuman kedisiplinan. Mereka berdua memang sama-sama dalam pengaruh minuman keras sehingga saat terlibat perkelahian mereka tidak sadarkan diri,” ujar Estasius Widyo Sunaryo, Senin (22/8/2016).

Senada dengan kapolda NTT, Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto melalui Kepala Penerangan Kprem 161/Wirasakti Kupang Mayor Arm. IBP Diana. S mengatakan kasus tersebut juga telah selesai dan proses hukum tetap diberikan kepada anggotanya.

“Namanya juga orang mabuk, dan bersyukur masing-masing anggota juga tidak bertindak yang macam-macam dan mereka juga sadar akan hal tersebut sehingga tidak ada perbuatan yang berujung pada perkelahian yang panjang,” tuturnya. (one/pojoksatu/fajar)

loading...
Click to comment
To Top