Ahok Siap Gelar Penggusuran Terhadap 235 Lokasi di Jakarta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Ahok Siap Gelar Penggusuran Terhadap 235 Lokasi di Jakarta

20151124175455-ahok senyum

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ahok dikenal sebagai pemimpin arogan, keras, mulutnya kasar dan ceplas-ceplos, tapi dia juga pemimpin polos, apa adanya, tak perlu polesan-polesan. Di saat pemimpin lain mendewakan pencitraan, baginya, hal itu justru tak penting.

Hal itu tercermin saat dirinya mengumumkan ke warga Jakarta akan menertibkan (bahasa kasarnya: menggusur) 235 lokasi. Kebijakan gusur-menggusur pasti sangat tidak populis, dibenci rakyat, dan rawan diterpa hujatan, tapi Ahok tak peduli, padahal tahun depan dia sangat membutuhkan dukungan rakyat agar terpilih lagi menjadi gubernur.

Gubernur bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini yakin, kebijakannya melakukan penertiban tak akan menurunkan elektabilitas dan popularitasnya sebagai calon petahana.

Alasannya, kata Ahok, kebijakan ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kenyaman dan kesejahteraan warga. Warga yang kena gusur akan dipindahkan ke rumah susun yang layak.

Dia bilang, gelaran Pilgub DKI tak akan menghentikannya melakukan penertiban. “Bagi kami, begitu rumah susunnya siap, maka semua normalisasi (penertiban) akan jalan,” kata Ahok, di Balaikota Jakarta, kemarin.

Untuk diketahui, akhir pekan lalu LBH Jakarta yang tergabung dalam Forum Kampung Kota menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Isinya menolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta. Mereka kecewa atas kebijakan Ahok mengurus Jakarta. Satu di antaranya adalah soal penanganan warga miskin. Ahok dinilai terlalu gampang main gusur. Tahun 2015 saja, ada 113 kasus penggusuran paksa oleh Pemprov DKI. Penggusuran tersebut memakan korban 8.145 kepala keluarga (KK) dan 6.223 unit usaha. Sebanyak 67 persen di antaranya dibiarkan tanpa solusi.

Tahun ini jumlahnya meningkat lagi. Total ada 325 lokasi yang akan kena gusur Pemprov DKI. Rinciannya, 55 titik di Jakarta Barat, 77 lokasi di Jakarta Selatan, 82 lokasi di Jakarta Timur, 57 lokasi di Jakarta Pusat, dan terakhir 54 lokasi di Jakarta Utara.

Kendati yakin pamornya tak akan rontok, Ahok menyadari, kebijakannya itu pasti akan berpengaruh pada tingkat elektabilitasnya. Paling tidak, akan muncul sentimen negatif. Tapi, kata Ahok, penertiban harus terus dilakukan untuk kebaikan warga yang bersesakan di pinggir kali atau bermukim di tanah negara.

“Secara politik bodoh enggak saya? Kan mau pemilihan, harusnya saya tunda dong,” sebutnya.

Lho, kenapa nggak ditunda sampai Pilgub Pak? “Saya bukan bicara politik. Saya bicara rusunnya siap atau tidak. Kalau siap dorong,” jawabnya, tegas.

Ahok menyebut kebijakannya itu bukan penggusuran. Tapi relokasi alias pemindahan. Bedanya, kalau digusur, warga yang kena gusur dibiarkan. Kalau relokasi, warga justru disejahterakan. Misalnya, warga akan dipindah ke rumah susun tipe 36 dengan dua kamar dengan fasilitas lengkap. Pemprov juga menyediakan Kartu Jakarta Pintar, naik bus sekolah gratis.

“Sebagian (rusun) sudah terpasang pipa gas loh. Kamu enggak usah tenteng-tenteng tabung gas, tinggal buka, banyak yang ngiler,” jelas Ahok merayu-rayu.

Soal Pilgub, Ahok tak mau muluk-muluk. Dia mengaku sudah bekerja sebaik mungkin untuk membenahi dan membangun Ibu Kota.

Dia menyerahkan sepenuhnya ke warga Ibu Kota untuk menentukan. Akan mendukung atau menghadang. “Tinggal orang Jakarta tentukan. Jadi kita lihat saja hasilnya (Pilgub) gimana,” ujarnya.

Ahok menambahkan, selama menjabat Gubernur DKI, banyak menemukan pejabat bersih dan jujur yang mau bekerja. Mereka, kata Ahok, bisa membuktikan kerja nyata. Kepada mereka, Ahok menawarkan untuk ikut mendukung. Namun bila tak mau mendukung, Ahok mempersilakan mereka mencari calon untuk diajukan sebagai cagub melawan Ahok. “Biar orang Jakarta mendapatkan terbaik dari yang terbaik. Bukan terburuk dari yang terburuk. Itu saja,” tuntasnya.

Ahok sudah memastikan diri maju Pilgub DKI dengan diusung oleh Golkar, Nasdem dan Hanura. Sementara 7 partai lainnya yakni PDIP, PPP, PKB, PKS, PAN, Demokrat dan Gerindra hingga kini belum menentukan kandidat yang akan mereka usung. PAN berkali-kali menyatakan harapannya agar PDIP memanggil Risma ke Jakarta. Kalau PDIP merapat ke Ahok, PAN dipastikan tak akan berkoalisi dengan PDIP. “Karena tegas kita mau hadirkan calon alternatif di Jakarta,” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Senayan, kemarin.

Ada pun sampai saat ini PDIP, masih belum bersikap. Saat ditanya soal kemana arah dukungan PDIP dalam Pilgub DKI, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hanya tersenyum, kemarin.

PKB pun sepertinya masih menimbang sosok yang pas untuk melawan Ahok. Ketua Fraksi PKB Ida Fauziah mengatakan, kian hari tingkat elektabilitas kandidat cagub DKI sudah bisa bersaing melawan Ahok. dia mencontohkan Sandiaga Uno yang makin hari makin populer dan sudah diterima oleh lapisan masyarakat Jakarta. meski begitu PDIP masih belum menentukan sikap, “Pada saatnya proses itu akan sampai di DPP,” kata Ida.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid mengatakan, Ahok masih belum melakukan deklarasi karena masih menunggu sikap PDIP. “Ahok didukung partai apapun terserah, nggak didukung juga nggak apa-apa. Buat saya yang penting Ahok maju dan jadi gubernur lagi,” kata Nusron. ***

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top