Begini Kronologis Kebiadapan Oknum TNI-AU yang Melecehkan Wartawati di Medan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Begini Kronologis Kebiadapan Oknum TNI-AU yang Melecehkan Wartawati di Medan

015602_926215_TNI_HL_2

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Deli Herlin (25) merupakan salah seorang dari tujuh wartawan yang menjadi korban kekerasan dari oknum TNI AU saat bentrok di Medan, Sumut, Senin (15/8) lalu.

Ketika itu dia bersama enam jurnalis lainnya melakukan liputan peristiwa bentrok antara warga Sari Rejo, Medan Polonia, Kota Medan dengan sejumlah personel TNI AU di daerah setempat.

Kendati tertekan dan terdesak, namun Adel–begitu dia disapa masih dapat mengingat siapa oknum TNI AU yang melecehkan dirinya.

“Waktu saya sedang merekam pakai Handycamp di Jalan Teratai, Kelurahan Sarirejo, saya tiba-tiba ditarik dari belakang. Kemudian handycamp saya dirampas dan juga dirusak. Tak berhenti disitu, saya juga dimaki dengan kata-kata kotor,” ujar Adel dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Rabu (24/8).

Lebih lanjut, Adel bilang, ada seorang oknum TNI AU bermarga Sinaga mengancamnya. Namun, bukan ancaman kekerasan yang diterima Adel. Tapi, ancamannya adalah pentungan yang dipegang Sinaga, akan dimasukkan ke kemaluannya.

Saat kejadian itu, Adel tengah bersama adik perempuannya. Menurut dia, adik Adel sempat membawa dirinya saat tak sadarkan diri.

“Saya enggak tahu, dan tiba-tiba orangtua saya sudah dibawa ke RS Mitra Sejati untuk melihat saya dirawat. Saya trauma kalau mengingat kejadian itu,” sebut Adel.

Menurut Adel, tak hanya oknum bermarga Sinaga yang melakukan tindak pelecehan terhadap dirinya. Dari papan nama di baju TNI AU itu, ada nama Andika dan seorang petugas lainnya bermarga Hasibuan yang turut melakukan kekerasan.

“Saya masih ingat wajah-wajahnya. Saya tandai betul, mereka yang melecehkan saya. Saya harap tegakkan keadilan. Saya minta pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya. Ada lagi, waktu saya terpojok, beberapa anggota TNI AU, menggerayangi dada kanan. Selain itu, perut kanan juga disodok dengan tongkat kayu,” beber Adel.

Anggota Satgas Anti Kekerasan Dewan Pers Kamsul Hasan mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah jurnalis, korban mendapatkan tindak kekerasan secara fisik maupun verbal. Alhasil, ada seorang jurnalis diantaranya menyebabkan trauma sangat mendalam.

“Ini kejahatan luar biasa. Seorang wanita sudah mengeluarkan identitas sebagai jurnalis, tapi masih diperlakukan dengan begitu kasar. Disodok dengan tongkat, dirampas alat kerjanya yang sampai hari ini belum kembali. Tadi ada disebut, tiga nama yang diduga melakukan kekerasan terhadap yang bersangkutan,” kata dia.

Kamsul menyimpulkan dengan data sementara, oknum TNI AU tidak hanya melanggar hanya UU Pers, tapi juga melakukan tindak kekerasan sebagaimana yang diatur dalam dalam Pasal 170 KHUPidana. Parahnya lagi kekerasan itu dilakukan secara bersama-sama.

Menurutnya, jika terbukti tindak kekerasan itu, oknum TNI AU itu bisa dikenakan kurungan penjara 5 tahun. Bahkan ancaman hukuman itu bisa 9 tahun.

“Keterangan ini akan kita lengkapi ke penyidik. Kami berharap penegakan hukum dengan adil sehingga masyarakat bisa memperdaya hukum dan memperdaya TNI dengan menjatuhkan sanksi kepada oknum yang melanggar hukum,” kata Kamsul. (ted/iil/JPG)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top