Gubernur Sultra Jadi Tersangka, Ini Komentar Mendagri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Gubernur Sultra Jadi Tersangka, Ini Komentar Mendagri

Tjahjo Kumolo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku kaget mendengar kabar Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam persetujuan izin usaha pertambangan di Sultra.

“Saya pribadi cukup terkejut walaupun pimpinan KPK sudah cukup lama mengamati, mencermati masalah yang berkaitan dengan masalah izin pertambangan,” kata Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi Fajar.co.id, Rabu (24/8).

Tjahjo menjelaskan, dirinya sejauh ini sudah dua kali mengikuti rapat di KPK mengenai izin pertambangan. Dalam rapat tersebut juga seluruh gubernur se-Indonesia diundang ke KPK. “Prinsipnya Kemendagri memahami keputusan KPK. Yang pasti sudah ada alat bukti kuat tetapi tetap asas praduga tidak bersalah harus dikedepankan,” jelasnya.

Sejak penetapan tersangka Nur Alam sampai saat ini Tjahjo Kumolo tengah berada di Pulau Alor perbatasan Provinsi NTT. Olehnya itu, Tjahjo Kumolo sendiri mengaku belum mengetahui detil persoalan mengapa sampai Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka.

“Nanti akan kami cek besok sesampai di Jakarta, masalahnya apa, detilnya apa dan apakah masalah kebijakan, apakah masalah lain yang dianggap KPK sudah memenuhi alat bukti yang cukup sehingga yang bersangkutan dijadikan tersangka,” tambahnya.

Kapan Nur Alam dinontaktifkan setelah ada penetapan tersangka oleh KPK? Tjahjo menegaskan dalam kasus-kasus seperti ini pihaknya tetap menganut asas praduga tak bersalah. Pihaknya juga saat ini tengah menunggu proses lanjutan yang kini tengah didalami oleh KPK.

“Kita menunggu prosesnya dahulu, ini kan tidak OTT ya. Ini kan keputusan terdakwa sehingga kami mengikuti proses hukumnya dahulu sampai ada keputusan yang mengikat,” tukasnya.

Mengenai adanya keterlibatan dua orang pimpinan daerah yang kini sudah menjadi mantan bupati yakni Attikurahman (mantan Bupati Bombana) dan Sjafei Kahar (mantan Bupati Buton), Tjahjo sendiri belum mengetahui hal itu.

“Saya belum tahu (adanya keterlibatan dua mantan Bupati, red), nanti akan kita lihat. Kami juga cukup terkejut karena saya baru dari sana (kunjungan kerja ke Sultra), keliling beberapa kabupaten di Sultra dengan Pak Gubernur dan Pak Gubernur tidak pernah menyinggung masalah tersebut,” tutupnya. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top