Nur Alam dan Istri Saksikan Rumahnya Digeledah Penyidik KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Nur Alam dan Istri Saksikan Rumahnya Digeledah Penyidik KPK

14101719_618289025002056_1851997232_n

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekitar 12 orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggunakan tiga unit mobil Inova tiba dikediaman Gubernur Sulawesi Tenggar (Sultra) Nur Alam bersama istrinya Tina Nur Alam di RT 05/RW 04 Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta Selatan sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedatangan para penyidik komisi anti rasuah itu untuk melakukan penggeledahan yang juga secara bersamaan dilakukan secara parallel di Kendari. Setiap ruangan tak luput dari incaran para petugas. Kurang lebih 6 jam para petugas “mengobrak-abrik” rumah orang nomor satu di Sultra itu.

Tampak diteras rumah ada dua anggota kepolisian berjaga-jaga mengawal jalannya penggeledahan tersebut. Tampak dari luar pula, didalam rumah Nur Alam tengah berbincang dengan satu orang penyidik KPK.

Tak lama berselang, Tina Nur Alam tiba dirumah tersebut. Saat ditanya, Tina Nur Alam seolah-olah menghindar dari pertanyaan yang dilontarkan wartawan. Tidak ada ekpresi diwajah anggota DPR RI Komisi III dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang duduk di Komisi III itu.

Sekira pukul 16.00 WIB para penyidik akhirnya keluar dari rumah itu. Tampak sejumlah dokumen dibawa masuk ke tiga unit mobil yang sudah terparkir digarasi dan depan rumah Nur Alam. Satu per satu dokumen-dokumen yang tersimpan didalam koper, kardus dan tas itu dimasukkan kedalam mobil dan langsung meluncur ke kantor KPK di Kuningan, Jakarta.

Ketua RT 05/ RW 04 Kelurahan Kuningan Barat, Supardi yang turut menyaksikan penggeledahan tersebut tak banyak memberikan keterangan. Kehadirannya dirumah Nur Alam hanya sebatas mengiyakan bahwa Nur Alam adalah warga setempat.

“Cuma untuk membenarkan bahwa beliau adalah warga disini,” jelas Supardi yang langsung diserbu awak media usai keluar dari kediaman Nur Alam.

BACA:  Nurhadi Mundur, Pemeriksaan di KPK Bakal Lancar

Saat dicecar pertanyaan, Supardi mengaku jika para penyidik KPK yang melakukan penggeledahan tidak melewati satu ruangan pun. Seluruh ruangan didalam rumah itu diperiksa oleh penyidik KPK dan beberapa dokumen yang dianggap ada kaitannya oleh penyidik KPK langsung diamankan.

“Semua ruangan tadi digeledah, ada juga Kapolsek tadi yang ikut mendampingi penggeledahan,” tutup Supardi yang langsung berlalu menggunakan sepeda motornya.

Untuk diketahui, Nur Alam ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam persetujuan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009-2014, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Nur Alam sebagai tersangka.

Nur Alam diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dengan mengeluarkan SK Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (PT AHB) selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Bombana dan Buton, Sultra. SK tersebut diduga dikeluarkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Atas perbuatannya, Nur Alam disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top