Sebelum Ditetapkan Tersangka, KPK Sudah Cekal Nur Alam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Sebelum Ditetapkan Tersangka, KPK Sudah Cekal Nur Alam

nur-alam21

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengeluarkan surat pencekalan terhadap Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam untuk bepergian keluar Negeri. Nur Alam dalam kasus ini ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan penyalahgunaan kewenangan penerbitan izin pertambangan di Kabupaten Bombana dan Buton, Sultra.

Wakil Ketua KPK, La Ode Muhamad Syarief yang dikonfirmasi Fajar.co.idn Rabu (24/8) membenarkan hal itu. Bahkan surat pencekalan tersebut telah dikirim sebelum penetapan Nur Alam sebagai tersangka.
“Sudah dicekal sebelum penetapan tersangka,” kata La Ode Syarief.

Untuk diketahui, Nur Alam diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan terkait penerbitan izin pertambangan.
Izin yang dimaksud yakni, Surat Keputusan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi Menjadi IUP Operasi Produksi. Izin itu diberikan kepada PT Anugerah Harismah Barakah (PT AHB) selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana, Sultra.

Modus yang dilakukan oleh Nur Alam adalah dengan mengeluarkan IUP kepada orang atau perusahaan tertentu. “Tapi, di dalamnya diketahui ternyata ada kick back yang disampaikan kepada yang mengeluarkan izin,” ujar Syarif di kantor KPK, Selasa (23/8).

Syarif menjelaskan, modus yang dilakukan tidak terlalu sophisticated atau mutakhir. Ia menilai modus ini seperti biasa saja dan sering jadi modus yang sama kepada daerah-daerah yang punya sumber daya alam banyak.
KPK, kata Syarif, kini tengah menyelidiki intensif dari sisi pemberi uang kepada Nur Alam. “Statusnya belum bisa kami keluarkan sekarang,” tegasnya.

Saat ini, Syarif mengatakan penyidik tengah menghitung uang pemberian dari pihak perusahaan kepada Nur Alam. “Sedang dihitung. Kami sudah dapat beberapa bukti transfer. Masih diakumulasi. Tapi jumlahnya cukup signifikan,” kata Syarif. (hrm/fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top