Ironi, Korban Pengeroyokan Dijadikan Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Ironi, Korban Pengeroyokan Dijadikan Tersangka

sidrap1
Foto Korban Pengeroyokan, (BKM)

FAJAR.CO.ID, SIDRAP,  — Kasus penganiayaan dan pengeroyokan seorang ibu rumah tangga di wilayah Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Sulawesi Selatan pada 18 Agustus lalu berbuntut panjang. Pasalnya, korban bernama Marwati (38), warga Kelurahan Desa Salobukkang dijadikan tersangka dengan tuduhan menganiaya balik pelaku bernama Gustina.

Kasus pengeroyokan ini bermula ketika kedua perempuan ini saling mengejek dan menghina satu sama lainnya. Pelaku yang kini berstatus tersangka kemudian mendatangi rumah saudara korban bernama Suparti. Kebetulan korban saat itu berada di tempat kejadian.

Gustina bersama saudaranya, masing-masing Devi, Anti dan mamanya ramai-ramai mengeroyok dan menganiaya korban.
Dari hasil visum, korban mengalami luka-luka pada bagian wajah, kaki dan tangannya.

Usia kejadian, saat itu juga korban langsung melapor ke Mapolsek Dua Pitue dengan nomor laporan polisi LP/80/VII/2016/Sulsel/Res Sidrap/Sek-DP. Pelaku yang berjumlah empat itu langsung ditahan setelah polisi menerima laporan korban.

Tak hanya Marwati melapor dikeroyok. Anaknya bernama Nuke Safitri (16) juga ikut dianiaya pelaku berteman. Kasus ini juga dilaporkan sesuai LP/81/VII/2016/Sulsel/Res Sidrap/ Sek-DP.

Tapi Gustina kemudian melapor balik korban Marwati dengan tuduhan menganiaya dirinya. Penyidik Reskrim Polsek Dua Pitue kemudian menetapkan Marwati sebagai tersangka. Bahkan kini ditahan di sel Mapolres Sidrap.

Sejumlah keluarga Marwati keberatan dan mempertanyakan status Marwati yang dijadikan tersangka oleh polisi. “Kenapa korban pengeroyokan justru dijadikan tersangka. Padahal pelaku mendatangi rumah saudara korban dan menganiayanya. Ini kan lucu,” cetus Sugiarni, salah seorang sepupu korban yang mendatangi kantor Fajar Group di Sidrap, Rabu (23/8).

Menurut Sugiarni, pelaku Gustina terkait penganiayaan yang dilakukan korban, sama sekali tidak mendasar. “Saya mendapati foto-foto pelaku di sosmed saat di mapolsek setelah kejadian. Tidak ada luka di wajah seperti yang dilaporkan. Bahkan dalam laporannya dimasukkan saksi-saksi yang tidak berada di lokasi kejadian.

Apalagi para saksi yang disebutkan pelaku masih di bawah umur. Ini kan lucu, kasus Marwati terkesan dipaksakan,” lontar Sugiarti yang diamini Syamsul, keluarga korban lainnya.

Kapolsek Dua Pitue, AKP Slamet Paryadi dikonfirmasi terpisah, membenarkan kasus pengeroyokan kedua perempuan ini.

“Kedua laporannya kami proses. Semuanya sudah ada bukti dan saksi yang kami periksa, sehingga Marwati kita jadikan tersangka. Itu juga lawannya Gustina, bersama saudarinya yakni Devi, Anti dan mamanya Gustina sudah kami tahan,” ujar AKP Slamet melalui telepon selularnya, kemarin.

Kapolsek membenarkan para tersangka dari dua pihak kini dititip di sel Mapolres Sidrap, karena ruang tahanan Polsek Dua Pitue dalam proses renovasi.

“Pelaku dan korban sama-sama kami titip di polres, karena ruang tahanan kami sementara direnovasi,” tandas Kaposlek. (ady/rus/BKM)

loading...
Click to comment
To Top