Memalukan! Anggota DPRD Maluku BD Ketangkap Goyang Istri Orang di Kamar Mandi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Memalukan! Anggota DPRD Maluku BD Ketangkap Goyang Istri Orang di Kamar Mandi

selingkuh1
Foto: Ilustrasi Net

FAJAR.CO.ID, KASUS asusila yang melibatkan pejabat publik selalu saja menjadi berita besar. Apalagi untuk jabatan politik seperti anggota Dewan Perwaklilan Rakyat Daerah (DPRD).

Seperti yang terjadi di Maluku Barat Daya (MBD) pada Minggu malam 21 Agustus 2017 oleh anggota DPRD MBD dari Partai Demokrat berinisial RU. Kasus ini langsung membuat heboh, Kota Letwurung, ibu kota Kecamatan Babar Timur yang juga dapil dari anggota DPRD itu.

Pasalnya desa ini punya adat toki blek (kaleng) jika kedapatan warganya berbuat asusila. Biasanya sambil membunyikan kaleng termasuk tiang listrik, warga secara sambung menyambung meneriaki kata ‘polkayo’, bahasa setempat yang artinya kedapatan ada yang melakukan hal yang tidak senonoh dan berbau asusila.

Lazimnya, ketika ada ‘toki blek’ berarti hari-hari berikutnya ada sidang adat untuk memutuskan langkah apa yang harus diambil. Bisa saja pasangan itu dinikahkan, jika sama-sama masih berstatus bujang. Atau denda adat jika selingkuh.

Hebohnya lagi, sang anggota DPRD itu ketangkap berduaan dengan isteri orang di dalam kamar mandi rumah tetangga dan yang menangkapnya adalah suami dari sang isteri sendiri yang adalah seorang mantan anggota TNI.

Kronologis kejadian, sebagaimana penuturan dari salah satu keluarga mantan anggota TNI itu, pada Minggu malam itu sekira pukul 22.30 WIT Rinto bersama salah satu temannya yang juga pengurus Partai Demokrat di kecamatan mendatangi rumah sang mantan anggota TNI berinisial AU itu.

‘’Mereka berdua datang sudah agak malam, mengetuk pintu dan dibuka oleh AU. AU sempat bersuara kasar namun ketika melihat yang datang adalah anggota dewan dia lalu menanyakan maksud apa mereka datang ke rumahnya malam-malam,’’ tutur sumber kepada Rakyatmaluku (FajarGorup), via telepon seluler, Senin 22 Agustus 2016.

Saat itu, lanjut dia, RU mengatakan bahwa ada hal penting yang harus dibicarakan dan meminta agar AU bersama mereka mendatangi rumah keluarga Arky Uniwaly yang berjarak sekitar seratus meter.

AU pun mengiyakan dan akhirnya mereka bergeser ke rumah Arky Uniwaly. Ternyata selain AU, isterinya pun ikut ke rumah tetangga mereka itu. Bersama, Arky, mereka sempat duduk ditemani minuman sejenis sopi, sementara, isteri AU yang ikut duduk cerita dengan isteri Arky di dekat dapur.

Sambil minum sopi, RU mengajak agar AU ikut bergabung dalam kepengurusan Partai Demokrat di kecamatan dan AU mengiyakan. Diduga, ajakan bergabung itu hanyalah siasat belaka. Pasalnya ketika satu jam mereka duduk minum sopi, sang anggota DPRD itu meminta ijin kepada Arky sang pemilik rumah untuk buang air kecil di kamar mandi.

AU jadi curiga ketika, RU tak kunjung kembali dari kamar mandi walau sudah hampir satu jam. Ia lalu ke belakang dan mencari-cari, ternyata isterinya juga tidak ada. Dia lalu menanyakan kemana isterinya kepada isteri Arky yang semula duduk berduaan dengan istrinya di dapur.

Kepada mantan anggota TNI itu, isteri Arky mengatakan bahwa saat mereka sedang duduk bercerita ada telepon masuk dan isteri AU itu permisi untuk menemui sang penelepon.

AU lalu semakin curiga. Ia pun teriak-teriak memanggil nama isterinya namun tidak ada jawaban. Ia pun menuju kamar mandi dan mengetuknya dan ternyata ada sang anggota DPRD di dalam yang membuka pintu sambil mengatakan bahwa tidak melihat sang isteri.

Namun AU memaksa masuk ke dalam dan ternyata di dalam kamar mandi itu ada isterinya. Saat itu pula, RU, sang anggota DPRD itu langsung kabur. Saat itulah, tradisi adat ‘toki blek’ dengan teriakan ‘polkayo’ pun menggema di Kota Letwurung.

Diinformasikan, karena malu dan takut diamuk, RU malam itu juga menyewa angkutan laut dan menyeberang ke Pulau Marsela yang berseberangan dengan Babar Timur. Sumber juga mengatakan, karena kebetulan, Arky yang adalah pemilik rumah tempat kejadian perkara adalah anggota Linmas, maka malam itupun kejadian memalukan ini langsung dilaporkan ke kepala desa setempat agar segera diproses.

‘’Kami pihak keluarga sepakat agar kasus ini harus diproses, baik secara adat maupun secara pidana. Selain itu akan dilaporkan juga ke Partai Demokrat untuk ditindaklanjuti,’’ pungkas sumber yang mengaku sudah mendapat restu dari AU untk mempublikasikan hal ini di media massa. (NAM/RM/FJR)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top