New Zealand Dukung Program Unggulan Kemendes ‘Satu Desa Satu Produk’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

New Zealand Dukung Program Unggulan Kemendes ‘Satu Desa Satu Produk’

????????????????????????????????????

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Program One Village One Product (satu desa satu produk), yang saat ini sedang digalakkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendapat dukungan dari Duta Besar New Zealand, Trevor Matheson.

“New Zealand akan mendukung terselenggaranya rencana tersebut (program satu desa satu produk),” ujar Trevor saat melakukan pertemuan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, di kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Kamis (25/08/2016).

Trevor mengungkapkan, New Zealand dan Indonesia sebelumnya juga pernah bekerjasama baik di bidang pendidikan, pertanian, dan penanggulangan bencanana.

Selain itu, lanjut Trevor, negaranya tersebut juga turut berpartisipasi saat penanggulangan bencana tsunami di Aceh beberapa waktu silam.

“Selain Aceh, New Zealand juga telah melakukan beberapa kegiatan di Papua,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut Mendes PDTT, Eko Sandjojo menerangkan, desa-desa di Indonesia adalah desa unik yang masing-masing memiliki karakter berbeda.

“Dengan demikian, maka potensi dan kekuatan ekonomi di setiap perdesaan pun berbeda,” ujar Eko.

Dalam bidang pertanian lanjut Eko, masalah yang dihadapi masyarakat desa adalah tidak fokusnya produksi pada satu produk tertentu.

Kendala lain, kata Eko, adalah masih minimnya infrastruktur pasca panen sehingga produk hasil pertanian tidak bertahan lama.

“Oleh karena itu perlu diadakan program One Village One Product agar lebih fokus dalam menangani produksi pertanian. Kemudian sistem pengolahan hasil pertanian pasca panen juga perlu diperbaiki,” terang Eko.

Selain itu menurut Eko, Kemendes juga ingin mengubah paradigma di mana desa selama ini hanya diberi bantuan berupa uang.

“Paradigma tersebut akan dirubah dengan menggalakkan program BUMDes dimana nantinya desa juga langsung dapat mengolah, memasarkan dan mengelola produk unggulannya secara mandiri,” ujar Eko.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top