Nur Alam Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Nur Alam Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude

nur-alam21

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditengah-tengah kesedihan atas status tersangka yang disandang Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam, masih ada sepercik kebahagiaan. Ya, Nur Alam hari ini, Kamis (25/8) telah resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Bahkan, raihan prestasi tersebut menjadi sangat luar biasa. Nur Alam meraih gelar Doktor dengan predikat Cum Laude. Prestasi itu ditorehkan gubernur Sultra dua periode itu meski berada dibawah tekanan atas tuduhan-tuduhan kasus dugaan korupsi yang kini tengah menimpanya.

Momen hari ini setidaknya menjadi satu moment yang tidak akan pernah dilupakan Nur Alam. Dihadapan Komisi Promotor dan segenap anggota panitia Ujian Doktor Universitas Negeri Jakarta, Nur Alam berhasil mempertahankan tesis yang berjudul “Evaluasi Program Bank Perkreditan Rakyat Sulawesi Tenggara” dengan predikat cum laude.

Dengan demikian, gelar akademik S1, S2, dan S3 kini berhak disandang ayah tiga anak itu.

Sidang promosi doktor Nur Alam di UNJ dipimpin Komisi Promotor Prof Dr H Djaali dan Prof Dr Maruf Akbar M Pd yang dihadiri para guru besar sebagai anggota panitia ujian doktor, serta beberapa kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) tingkat Provinsi Sultra.

Untuk diketahui, Nur Alam ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam persetujuan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009-2014, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Nur Alam sebagai tersangka.

Nur Alam diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dengan mengeluarkan SK Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (PT AHB) selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Bombana dan Buton, Sultra. SK tersebut diduga dikeluarkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Atas perbuatannya, Nur Alam disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top