Tiga Hari, Nur Alam Sandang Dua Gelar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Tiga Hari, Nur Alam Sandang Dua Gelar

Nur Alam raih gelar Doktor di Unviersitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (25/8). Foto: BBM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini, Kamis (25/8) menggelar ujian promosi sidang terbuka gelar doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Agenda tersebut dipercepat yang sebelumnya berdasarkan jadwal akan dilaksanakan pada akhir pekan mendatang, Sabtu (27/8).

Dipercepatnya agenda tersebut disinyalir berkaitan dengan status tersangka kini disandang pula oleh gubernur dua periode itu. Seperti diketahui, Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) tiga hari sebelumnya atau tepatnya, Selasa (23/8) menetapkan Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang pemberian izin usaha pertambangan di dua kabupaten di Sultra.

Nah, ternyata diam-diam ujian terbuka dilaksanakan hari ini diruang Maftuha Yusuf Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta. Pihak kampus yang dikonfirmasi pun terkesan menyembunyikan agenda acara tersebut.

“Hari ini tidak ada jadwal sidang Pak Nur Alam. Untuk sidang terbuka Nur Alam digelar nanti 27 Agustus,” jelas salahs atu staf bagian Tata Usaha Kampus UNJ.

Dalam proses pelaksanaan sidang tersebut dari hasil pantauan terlihat dijaga ketat oleh aparat keamanan kampus. Tampak pelataran gedung yang menjadi lokasi pelaksanaan sidang promosi doktor tampak disterilkan. Hanya terpampang beberapa karangan bunga, diantaranya dari Wagub Sultra Saleh Lasata dan DPRD Provinsi Sultra yang diturunkan dari lantai dua.

Tampak juga sang istri, Tina Nur Alam ikut hadir dalam acara tersebut. Tina datang terpisah dengan Nur Alam. Meski ini moment bahagia, namun tak terlintas raut yang menampakkan kebahagiaan diwajah anggota Komisi III DPR RI yang berjalan menuju lokasi acara. Selain itu, turut hadir pula Wagub Sultra Saleh Lasata bersama istri.

Meski namanya sidang terbuka, namun pada kenyataannya proses sidang gelak doktor justru dilaksanakan tertutup. Bahkan, Nur Alam yang menjadi peserta sidang belum terlihat memasuki ruangan.

Untuk diketahui, Nur Alam ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam persetujuan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009-2014, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Nur Alam sebagai tersangka.

Nur Alam diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, dengan mengeluarkan SK Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (PT AHB) selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Bombana dan Buton, Sultra. SK tersebut diduga dikeluarkan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Atas perbuatannya, Nur Alam disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.  (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top