Wagub Sultra: Nur Alam Tidak Bersalah… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Wagub Sultra: Nur Alam Tidak Bersalah…

nur-alam21

FAJAR.CO.ID, KENDARI — Saleh Lasata memang sosok pendamping setia. Wakil Gubernur Sultra itu tak ingin mengambil keuntungan politik sedikitpun dari masalah hukum yang tengah mendera Nur Alam, Gubernur Sultra, usia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia dengan santun meminta semua pihak menghormati proses hukum, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Apapun, Nur Alam itu sampai sekarang masih gubernur Sultra. Saya yakin, selama belum ada putusan hukum tetap, beliau tidak bersalah,” tegas Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata, kemarin. Ia meminta semua pihak, tidak cepat-cepat membuat justifikasi atas apa yang terjadi sekarang ini. Mantan Bupati Muna itu malah berharap besar agar tandemnya menjadi pemimpin Sultra selama 8 tahun terakhir itu, bisa lolos dari sangkaan hukum.

Terkait roda pemerintahan, kendali kepala daerah masih ada di tangan Nur Alam. Namun karena ada persoalan hukum, tugas-tugasnya untuk sementara dialihkan kepadanya. Meskipun demikian, posisi Wagub tetap hanya sebagai perpanjangan tangan gubernur. Makanya, setiap kebijakan harus dikonsultasikan ke gubernur. Tidak hanya menyangkut tupoksinya, namun juga pelaksanaan program kerja pemerintah.

“Beliau itu masih gubernur loh. Saya rasa, hal ini tidak bisa terbantahkan. Kebetulan saja, karena ada sesuatu dan lain hal didisposisikan pada saya. Makanya, tidak pernah sedikit pun terlintas di benak saya menggantikan peran beliau gubernur. Justru, kita harus memberikan suport. Agar persoalan yang membelitnya cepat rampung,” katanya.

Guna memastikan tugas pemerintahan berjalan efektif, mantan anggota Komisi IV DPRD Sultra ini mengaku intens berkomunikasi dengan gubernur. Apalagi gubernur sangat berharap kasus yang menimpanya tidak mengganggu pelaksanaan program kerja pemerintah. Makanya, ia bersama Sekretaris Provinsi (Sekprov), Lukman Abunawas dan seluruh pejabat eselon II telah melakukan pertemuan untuk membahas persoalan ini.

Pada prinsipnya, pemerintah ingin memastikan seluruh program kerja yang telah direncanakan harus tetap berjalan. “Saya ingin memastikan seluruh instansi harus tetap fokus. Sebagai aparatur pemerintah, sudah menjadi kewajibannya menjalankan program kerja yang telah disusun. Jangan karena ada persoalan ini lanjutnya, target-target pemerintah tidak tercapai. Gubernur memiliki harapan agar program ini tetap berjalan. Apalagi hal ini menyangkut kemaslahatan masyarakat. Untuk itulah, kekompakan, kerjasama dan koordinasi antar lembaga harus terus disinergikan,” kata purnawirawan Jenderal TNI-AD ini.

Mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat seperti pelantikan Pj Bupati Bombana dan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih lanjutnya, masih harus dikoordinasikan. Menurutnya, jadwal pelaksanaannya akan kembali dikonsultasikan ke gubernur. Apalagi SK pengangkatan Bupati Muna masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab sesuai rencana, pelantikan Pj Bupati Bombana dan akan dilakukan secara bersamaan.

Sekprov Sultra, Lukman Abunawas mengatakan bahwa Gubernur Nur Alam kini sedang berada di Jakarta dengan rangka perjalanan dinas. Terkait penetapan tersangka oleh KPK, ia mengaku belum tahu. “Nur Alam masih bertugas sebagai Gubernur Sultra, belum ada SK presiden bahwa Nur Alam sudah bukan lagi Gubernur. Pelantikan Bupati Muna nanti, Nur Alam yang akan pimpin sindiri. Saya telah menjalin komunikasi dengan Gubernur, dia masih dalam keadaan sehat,” tuturnya sambil meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sultra, La Ode Ali Akbar mengatakan meskipun gubernur terlibat persoalan hukum bukan berarti tidak dapat melantik bupati. Agenda pelantikan dua kepala daerah itu tetap akan berlangsung. “Pak gubernur tetap akan melantik bupati. Saya sedang di Jakarta komunikasikan soal itu dengan pimpinan,” kata Ali Akbar saat dihubungi Rabu (24/8/2016).

Mantan Sekretaris Korpri Sultra itu menambahkan, hingga kini belum ada agenda untuk menunda jadwal pelantikan bupati Muna terpilih. Kalau terjadi perubahan, pastinya lebih dulu dikomunikasikan dengan pimpinan. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pelantikan duet LM. Rusman Emba-Malik Ditu akan dilakukan pada 29 Agustus mendatang, yang kemungkinan dirangkai dengan pelantikan Pj Bupati Bombana. “Yang jelas belum ada perubahan jadwal pelantikan,” paparnya. (KP)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top