Berantem di Rumah Karaoke, Kasat Narkoba Tembak Pegawai PN Jeneponto – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Makassar

Berantem di Rumah Karaoke, Kasat Narkoba Tembak Pegawai PN Jeneponto

tembak_pistol

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO,  — Peristiwa memalukan yang mencoreng citra kepolisian terjadi di Jeneponto Sulawesi Selatan. Karena Merasa megang senjata api, Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Jeneponto, AKP Arivalianto Bermuli, nekat menembak paha Burhanuddin Tengang yang merupakan bendahara kantor Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Aksi Koboi ini tejadi di salah satu Rumah Bernyanyi Rezki Family, Jalan Lingkar Bontosunggu, Jeneponto, Jumat (26/8) dinihari pukul 02.00 Wita. Kuat dugaan, Arivalianto melakukan tindakannya itu akibat pengaruh minuman keras.

Sesaat setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Dg Pasewang, Bontosunggu, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar.

”Janganmaki tanyaka kodong. Sakit sekali pahaku. Saya ditembak Kasat Narkoba di Rumah Bernyanyi Rezki Family,” kata Burhanuddin ketika hendak dibawa ke Makassar, kemarin pagi.

Sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara, Burhanuddin telah meminta istrinya untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Jeneponto guna proses hukum lebih lanjut. Sebuah peluru tajam masih bersarang di pahanya, karena baru akan dilakukan proses pengangkatan di Makassar.

Direktur RSUD Lanto Dg Pasewang, dr Iswan Sannabi, menjelaskan korban Burhanuddin dibawa ke rumah sakit tidak lama setelah kejadian. ”Setelah dilakukan observasi, ditemukan proyektil peluru di paha kanannya. Korban sudah dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar,” ujar Iswan Sannabi.

Rumah bernyanyi Rezki Family merupakan milik anggota DPRD Jeneponto, H Burhanuddin yang kini ditahan Kejati Sulsel dalam kasus dana aspirasi 2013. Operasional tempat hiburan tersebut kemudian beralih ke tangan anaknya, M Natsir. Rumah bernyanyi Rezki Family juga langsung ditutup pasca kejadian.

Keterangan diperoleh dari Ngamba, salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah bernyanyi sekaligus saksi mata peristiwa penembakan.

”Saya kaget karena ada ribu-ribut. Saya kemudian mendatangi tempat karaoke. Ternyata ada perkelahian antara pengunjung bernama Lallo (bekerja sebagai penjual ikan) dengan Burhanuddin,” terang Ngamba.

Diapun kemudian berusaha melerai perkelahian antara keduanya. Tidak lama berselang seseorang keluar dalam room karaoke, yang belakangan diketahui Kasat Narkoba Polres Jeneponto, AKP Arivalianto.

”Saat keluar dalam room karaoke, dia berteriak; berhenti….berhenti sambil mengeluarkan pistol. Dia kemudian menembak lurus dari dalam yang berjarak 5 meter dari korban. Saya tidak tahu apakah tembakan peringatan atau ingin melumpuhkan Karaeng Tengang,” jelasnya.

Disebutkan Ngamba, di malam kejadian, hanya ada dua room yang terbuka. Room 1 ditempati Kasat Narkoba bersama Lallo, sementara di room 2 ada Karaeng Tengang dan temannya.

Ketika Burhanuddin sedang berada di dalam room, tiba-tiba saja datang Lallo mengambil ladies atau perempuan yang bertugas menuangkan minuman ke gelas pengunjung. Lallo kemudian membawa perempuan tersebut ke room Kasat Narkoba.

Saat itu Karaeng Tengang mengalah dan keluar dari dalam room menuju loby. Entah kenapa, tiba-tiba saja Lallo juga keluar lalu menghajar Burhanuddin. Akhirnya terjadilah perkelahian antara keduanya.

”Soal apa alasan Lallo memukul Karaeng Tengang, saya tidak tahu. Begitu juga kenapa Kasat Narkoba menembak Karaeng Tengang,” cetus Ngamba.

Dihubungi terpisah, Ketua Panitera PN Jeneponto, M Natsir Bella mengaku baru saja pulang dari Mapolres Jeneponto. Ia menemani Ernawati, istri Burhanuddin untuk melaporkan peristiwa penembakan yang dialami suaminya.

”Saya barusan dari kantor polisi menemani istri korban. Dia melaporkan kejadian yang dialami Pak Burhanuddin ke SPK dan Propam untuk diproses hukum,” terang Natsir.

Yang mengherankan dalam kejadian ini, menurut Natsir Bella, karena Lallo dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jeneponto terkait kasus narkoba. ”Pertanyaannya, kenapa bisa seorang DPO narkoba bisa minum bir bersama Kasat Narkoba di tempat karaoke. Ini perlu diusut,” kata Natsir.

Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno langsung menggelar konferensi pers terkait aksi tak terpuji yang dilakukan anak buahnya. Kepada wartawan, kemarin, Joko mengaku sudah menerima laporan kasus Kasat Narkoba yang menembak bendahara kantor PN Jeneponto.

”Kasusnya sementara kita lidik. Terlapor belum dilakukan penahanan, karena masih menunggu pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi,” jelas Kapolres.

Joko Sumarno juga menegaskan, pihaknya tidak punya niat untuk melindungi anggotanya yang bersalah. Penyidik akan melakukan proses hukum secara transparan.

”Belum diketahui apakah anggota itu melakukan pencegahan perkelahian atau bagaimana. Yang jelas, kita akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Joko.

Proyektil peluru yang bersarang di paha kanan korban, menurut Kapolres, telah berhasil diangkat dalam sebuah operasi di RS Bhayangkara, Makassar.

Kasat Narkoba, AKP Arivalianto yang berusaha dikonfirmasi apa alasannya menembak Burhanuddin, tidak bersedia berkomentar banyak. Termasuk kenapa sampai Lallo yang disebutkan masuk DPO kasus narkoba ada bersamanya di tempat karaoke.

”Sudalah itu, tidak usah dipersoalkan lagi,” kelitnya.

Pagi kemarin, Arivalianto dengan berseragam polisi lengkap, tampak menghadiri acara lepas sambut Kabag Ops, Kompol Catur Bs di Mapolres Jeneponto. Catur mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolres Soppeng. (krk/rus/bkm/fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top