Mengerikan! Rebutan Cewek Hiburan Malam, Seorang Honorer Bantai Polisi. 3 Orang Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Mengerikan! Rebutan Cewek Hiburan Malam, Seorang Honorer Bantai Polisi. 3 Orang Tewas

eka boru

FAJAR.CO.ID, MERANTI – Kerusuhan warga vs polisi yang menyebabkan tiga orang tewas ternyata bermula dari rebutan cewek yang bekerja di tempat hiburan malam, Eka Boru Niraja. Tiga korban tewas yakni Bripda Adil Tambunan, pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Meranti bernama Apri Hadi Pratama (24), dan seorang warga bernama Isrusli (45 th).

Bripda Tambunan dan Apri diduga terlibat cinta segitiga. Apri menghabisi nyawa Bripda Adi di depan Hotel Furama, Selatpanjang pukul 01.45 WIB, Kamis (25/8) dini hari. Apri menikam Bripda Adi karena cemburu. Sementara Apri tewas di tahanan polisi setelah sebelumnya ditembak di bagian kaki. Sedangkan Isruri tewas ditembak di halaman kantor polisi.

eka boru2

Setelah peristiwa berdarah di Selatpanjang, Kepulauan Meranti yang terjadi Kamis (25/8/2016) itu, nama Eka Boru Niraja langsung menjadi perbincangan banyak orang. Wanita cantik itu disinyalir penyebab tewasnya Bripda Adi dan Apri hingga berujung kerusuhan antara warga vs polisi.

Sementara, informasi yang diterima media, sebagai mana dikutip Radar Pekanbaru (grup fajar.co.id) dari Redaksi RiauGreen.com, melalui via telpon dari salah seorang teman facebook Eka Boru Nugraha kepada wartawan mengatakan bahwa Bripda Adil lebih dulu mengenal Eka.

“Ya Maklum lah bang, Eka tuh kerja nya di tempat hiburan malam. Siapa aja pasti kenal. Dalam kasus ini, brigadir Adil lebih dulu mengenal dan menjalin komunikasi dengan dengan Eka dari pada Apri Adi Pratama,” kata teman facebook Eka yang tidak ingin disebutkan namanya kepada RiauGreen.com, Jumat, (26/8/16) via telephone.

eka boru1

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar SIK MM, mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi ketika Bripda Adil yang merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti sedang berada di depan Hotel Furama. Tidak lama kemudian datang Apri, warga Jalan Banglas Gang Airmerah.

Ada dugaan Bripda Adil dan Apri terlibat cinta segitiga. Karenanya, keduanya pun terlibat pertengkaran. Pelaku yang sudah terlanjur emosi akhirnya menyerang Bripda Adil, warga Jalan Sumber Sari Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, dengan sebilah pisau. Tusukan pertama menancap di dada.

Sementra korban yang terus mendapat serangan berusaha untuk melawan. Ternyata ilmu bela dirinya dengan tangan kosong belum cukup untuk menangkis serangan pelaku. Akhirnya Bripda Adil terkapar dengan lima tusukan.

Menurut Asep, korban menderita lima luka tusuk. Yakni pada bagian dada tengah, dada samping kiri, lengan atas tangan kiri bagian luar, lengan atas tangan kiri bagian dalam, punggung kiri dan satu luka robek pada bagian bahu kiri.

“Korban tersungkur bersimbah darah di TKP (tempat kejadian perkara, red). Dan pelaku pun melarikan diri,” kata Asep.

Selanjutnya aparat dari Polsek Tebingtinggi maupun Polres Kepulauan Meranti langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan saksi-saksi.

Saat itu juga korban dilarikan ke RSUD Kepulauan Meranti di Jalan Dorak. Namun, nyawanya tidak tertolong lagi dan akhirnya meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis.

Polisi lantas mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya beberapa jam setelah kejadia. Apri ditangkap pukul 03.30 WIB. Apri ditembak di bagian kaki kanan dan kiri. Sekitar pukul 07.45, Apri dilaporkan tewas.

Kematian Apri membuat warga marah. Mereka mengepung Markas Polres Kepulauan Meranti setelah sebelumnya beramai-rama mendatangi RSUD untuk melihat jenazah Apri.

Warga menggeruduk Mapolres Kepulauan Meranti untuk meminta penjelasan tentang penyebab tewasnya warga Jalan Banglas Gang Airmerah itu.

Terjadilah proses mediasi antara warga dengan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar. Namun, penjelasan Asep tak memuaskan warga. Padahal orang nomor satu di Polres Kepulanan Meranti itu menjanjikan ke warga akan menindak anggotanya yang menyebabkan tewasnya Apri.

Asep meminta waktu 3 x 24 jam untuk mengungkap anggotanya yang terlibat penganiayaan terhadap Apri. Tapi warga tetap saja belum puas.

Ribuan warga bahkan langsung mengepung mapolres sambil meneriaki kata-kata kotor. Warga yang sudah terlanjur emosi bahkan beramai-ramai melempari kantor polisi dengan batu.

Polisi yang sudah makin terpojok berusaha memukul mundur kepungan massa. Di tengah perang batu, tiba-tiba terdengar bunyi letusan tembakan yang mengenai leher seorang warga hingga terkapar di halaman Mapolres.

Korban bernama Isrusli (45 th). Isrusli sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Isrusli dimakamkan di Kuburan Lebai Muda, Jalan Pemuda Setia, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (26/8/2016) sekitar pukul 14:30 WIB siang. (mx/rpg/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top