Terkait Kasus Nur Alam, Sjafei Kahar Menunggu Giliran Diperiksa KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Terkait Kasus Nur Alam, Sjafei Kahar Menunggu Giliran Diperiksa KPK

Mantan Bupati Buton Sjafei Kahar

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Sabtu (27/8) Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menuntaskan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) yang kini menjerat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam. Bertempat di Polres Baubau, Penyidik KPK menuntaskan pemeriksaan mulai pukul 10.00 WITA sampai 17.00 WITA.

Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang dengan menerbitkan IUP kepada PT Anugerah Harisma Barakah (PT AHB) di dua kabupaten, yakni Kabupaten Bombana dan Kabupaten Buton.

Bertempat di Polres Baubau, penyidik KPK yang datang langsung melakukan pemeriksaan terhadap para pejabat maupun mantan pejabat dilingkup Kabupaten Bombana dan Buton. Termasuk mantan Bupati Bombana Attikurahman dan mantan Sekda Buton Wa Ode Ichsana Maliki.

Termasuk mantan Kadis Pertambangan Buton Radjlun,  mantan Kadis Tata Ruang Buton Darmin, Kadis Pertambangan Buton Edi Sunarno, Kabag Hukum Faharuddin, staf Dinas Pertambanga Buton Sahrin, mantan Kadis DKP Haji Sattar. Termasuk dua orang lainnya.

Namun, dari 12 orang saksi tersebut, tidak nampak mantan Bupati Buton Sjafei Kahar. Kepada awak media usai melakukan pemeriksaan, salah seorang penyidik KPK,  Budi Nugroho mengatakan, dalam kasus ini KPK hanya memeriksa pejabat pada tahun 2008-2009. Untuk Sjafei Kahar akan dilakukan pemeriksaan secara terpisah.

“Untuk dia (Sjafei Kahar, red) nanti tetap akan kami periksa, karena dia belum pernah diperiksa sebelumnya,” ujar Budi.

Untuk diketahui, sebelum bergerak ke Baubau, penyidik KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi untuk dimintai keterangannya di Kota Kendari bertempat di Polda Sultra selama dua hari.

“Belasan (saksi yang diperiksa). Sebagian besar dari PNS di Pemprov maupun Pemkab,” kata Priharsa Nugroho yang dikonfirmasi Fajar.co.id di Jakarta, Sabtu (27/8).

Dari belasan saksi yang diperiksa, memang ada beberapa orang saksi yang tidak memenuhi panggilan KPK. Namun, Priharsa belum bisa memastikan siapa saja yang belum diambil keterangannya.

“Saya belum dapat update dari tim yang disana. Tapi saksi-saksi yang ga hadir, akan dipanggil ulang,” tambahnya.

“Prinsipnya, setiap orang yang diperlukan keterangannya akan dipanggil. Lokasinya bisa di Jakarta atau Kendari,” sambunya. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top