Bisa Jadi, Kompensasi dari Jokowi Ahok Jadi Menteri ESDM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Bisa Jadi, Kompensasi dari Jokowi Ahok Jadi Menteri ESDM

jokowi-dan-ahok-pasangan-serasi-memimpin-Indonesia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diisukan akan diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bagi pengamat sosial politik Ubedillah Badrun, hal itu mungkin saja terjadi sebagai kompensasi dari Presiden Jokowi kepada Ahok, jika PDI-P benar-benar tidak akan mengusungnya sebagai cagub DKI.

“Di dalam politik selalu ada kompensasi terkait posisi. Bisa saja Jokowi mengangkat Ahok jadi Menteri ESDM, berarti Ahok bisa saja tidak dicalonkan PDIP maka Ahok jadi menteri,” ujar pengamat yang kerap disapa Ubed ini di Jakarta, Minggu, (28/8).

Kalau itu terjadi, lanjut Ubed, maka peta kekuatan pilkada DKI sepenuhnya akan milik PDIP sebagai pemegang kursi terbanyak di DPRD DKI. Jika menggunakan logika politik representasi, maka calon PDIP paling berpeluang menjadi pemenang Pilkada DKI 2017. Kemungkinan juga, kata Ubed, partai-partai lain akan memunculkan kandidat lain.

“Akan ada dua calon bila PDIP tidak merangkul koalisi kekeluargaan. Atau PDIP bersama koalisi kekeluargaan mengusung calon tunggal. Kalau itu yang terjadi maka Pilkada DKI akan mundur,” ujarnya.

Namun dikatakan Ubed, Ahok juga harus berhati-hati. Resistensi publik akan tinggi terhadap Ahok jika ia diangkat menjadi Menteri ESDM. Hal ini lantaran pengalaman Ahok yang minim dalam urusan ESDM. Ahok hanya berpengalaman di bidang eksekutif, pernah menjabat Bupati dan Gubernur daerah.

“Secara kapasitas, Ahok pasti dipertanyakan. Kedua, Ahok ini bukan representasi siapa-siapa, bukan orang parpol. Saya menduga resistensi publik akan negatif,” kata Ubed.

Jika kemudian resistensi publik negatif, Ubed menilai kemungkinan Presiden Jokowi tidak akan berani mengambil risiko mengangkat Ahok jadi Menteri ESDM. Sedangkan, PDIP tetap kekeuh tidak akan mengusung Ahok sebagai calon gubernur.

“Kalau itu terjadi, Ahok selesai. Ahok gigit jari, Menteri ESDM gak dapat, cagub gak jadi,” katanya.

Namun yang harus dinilai publik, lanjut Ubed, Jokowi hanya akan memberikan kompensasi kepada Ahok agar Ahok tidak mengeluarkan tindakan yang merugikan Jokowi sebagai presiden. Jika kemudian Ahok menjabat Menteri ESDM menjadi kenyataan, maka Ahok kemungkinan akan menjadi cawapres 2019 mendampingi Jokowi. Apalagi, pos Menteri ESDM dikenal pos kementerian yang “basah”, bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan modal menuju Pilpres 2019.

“Kalau Ahok diangkat jadi Menteri ESDM, itu lahan sangat basah, dia bisa mengumpulkan modal yang sangat banyak, untuk 2019. Ini kan sudah industri politik, saya menduga Jokowi-Ahok pada Pilpres 2019,” tutupnya. (sam/sta/pj1)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top