Pelantikan Diundur, Nur Alam Hindari Jum’at Keramat? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Hukum

Pelantikan Diundur, Nur Alam Hindari Jum’at Keramat?

Nur Alam

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan jadwal pelantikan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Muna LM Rusman Emba-Malik Ditu dan Pejabat Bupati Bombana Siti Saleha yang akan digelar Jum’at (2/9) mendatang.

Khusus Pj Bupati Bombana, berdasarkan jadwal, seharusnya sudah mengikuti proses pelantikan yang telah dijadwalkan sebelumnya, yakni hari ini, Senin (29/8). Namun, tiba-tiba pemrov mengumumkan pengunduran pelantikan tersebut.

Alasannya, adalah untuk lebih mengevisiensikan waktu, anggaran dan tenaga. Maka proses pelantikan Bupati Muna dan Pj Bupati Bombana akan digelar secara bersamaan pada Jum’at ini.

“Pelantikan Pj Bupati Bombana kami undur dan disatukan secara bersamaan dengan pelantikan Bupati Muna,” kata Kepala Biro Pemerintahan Sultra, Ali Akbar yang dihubungi awak Fajar.co.id, Senin (29/8).

Dalam proses pelantikan nantinya, Nur Alam sendiri yang akan mengambil alih proses tersebut. Setelah sebelumnya beredar rumor bahwa Wakil Gubernur Saleh Lasata yang akan melantik Pj Bupati Bombana dan pemenang Pilkada Muna itu.

“Pada prinsipnya, gubernur tetap memiliki keinginan besar melaksanakan mandate yang diberikan Presiden untuk melantik Pj Bupati Bombana dan Bupati Muna. Pada hari H, gubernur akan hadir. Jadi rumor yang beredar itu tidak benar. Maka gubernur menyarankan untuk menjadwalkan pelantikan secara bersamaan,” jelasnya.

Menanggapi banyaknya rumor yang beredar bahwa penetapan jadwal pelantikan pada Jum’at mendatang sebagai upaya Nur Alam untuk menghindari proses pemeriksaan oleh KPK? Mengingat hari Jum’at menjadi hari yang ‘menakutkan’ bagi para pejabat yang telah dijadikan tersangka oleh KPK. Ali Akbar membantah hal tersebut.

“Tidak ada kaitannya dengan proses di KPK. Karena beberapa hari kedepan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pelantikan, maka kami ambil hari Jum’at sehingga persiapan bisa lebih matang,” elaknya.

Seperti diketahui, sejauh ini sudah belasan saksi yang diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangannya yang dilakukan di Kendari dan Baubau. Dari pemeriksaan tersebut, ada beberapa saksi yang tidak memenuhi panggilan KPK dan ada juga yang belum menjalani pemeriksaan.

Untuk yang belum menjalani pemeriksaan sebut saja mantan Bupati Buton Sjafei Kahar dan Nur Alam sendiri yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Bombana dan Buton, Sultra.

Mengenai pemeriksaan Nur Alam, Ketua KPK Agus Rahardjo yang dikonfirmasi menegaskan, pasca pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan di Kendari dan Baubau selanjutnya hasil pemeriksaan tersebut akan dirampungkan. Setelah itu, barulah KPK akan menjadwalkan untuk memanggil Nur Alam yang sudah berstatus tersangka.

“Nanti segera akan dilakukan pemeriksaan (Nur Alam, red). Insya Allah tidak lama lagi,” singkatnya. (hrm/Fajar)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top