Lantaran Rebutan LC Karaoke, Kapolres Dicopot, Tiga Polisi Jadi Tersangka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Lantaran Rebutan LC Karaoke, Kapolres Dicopot, Tiga Polisi Jadi Tersangka

tahanan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus dugaan penganiayaan atas Apri Hadi Pratama (24) yang meninggal di tahanan Polres Kepulauan Meranti, Riau benar-benar berbuntut. Polri telah mencopot Kapolres Meranti, AKBP Asep Iskandar dan menjerat tiga anak buahnya sebagai tersangka.

Kapolda Riau Brigjen Suprianto mengatakan, Asep dicopot dari posisi Kapolres Meranti karena dinilai tak cakap mengatasi permasalahan yang jadi sorotan publik itu.

“Gantinya AKBP Barliansyah dari Ditlantas Polda Riau,” kata Suprianto saat dikonfirmasi, Selasa (30/8).

Ia menambahkan, ada tiga anggota Polres Meranti juga telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Apri. Sebelumnya, pegawai honorer di Dispenda Kepulauan Meranti itu ditangkap karena menghabisi anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8).

“Jadi sudah ada tiga yang ditetapkan tersangka, termasuk Pak Kapolresnya sudah diganti. Mungkin masih banyak lagi nanti yang harus kami tindak lanjuti untuk menjaga suasana kondusif di sana. Kami lakukan yang terbaik,” kata Suprianto.

Hanya saja Suprianto enggan membeber nama tiga anggota Polres Kepulauan Meranti yang sudah ditetapkan sebagi tersangka itu.

Namun, ia menegaskan, ketiganya akan diproses secara hukum dan tidak akan dilindungi jika terbukti bersalah.

‎‎”Karena kami sudah sepakat juga, dan Pak Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga concern dalam kasus ini. Nanti akan diproses mana yang pidana umum, mana yang lain.Semua akan dijalankan. Cuma mohon sabar, karena pemeriksaan kan tidak bisa seketika,” pungkas Suprianto.

Patut diketahui, Kerusuhan warga vs polisi yang menyebabkan tiga orang tewas ternyata bermula dari rebutan cewek yang bekerja di tempat hiburan malam, Eka Boru Niraja.

Tiga korban tewas yakni Bripda Adil Tambunan, pegawai honorer Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Meranti bernama Apri Hadi Pratama (24), dan seorang warga bernama Isrusli (45 th).

Bripda Tambunan dan Apri diduga terlibat cinta segitiga. Apri menghabisi nyawa Bripda Adi di depan Hotel Furama, Selatpanjang pukul 01.45 WIB, Kamis (25/8) dini hari.

Apri menikam Bripda Adi karena cemburu. Sementara Apri tewas di tahanan polisi setelah sebelumnya ditembak di bagian kaki. Sedangkan Isruri tewas ditembak di halaman kantor polisi. (mg4/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top