Kata Menteri Desa Tertinggal, Indonesia Bisa Jadi Negara Penghasil Pangan Terbesar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Kata Menteri Desa Tertinggal, Indonesia Bisa Jadi Negara Penghasil Pangan Terbesar

17820_35792_11447_9676_sip-desa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo menyatakan optimismenya bahwa Indonesia akan mampu menjadi negara penghasil pangan dunia. Menurutnya, hal itu bisa dicapai dengan cara  memberdayakan produksi pangan di desa-desa.

Eko mengatakan, Indonesia memiliki lahan pertanian tropis yang sangat luas. Luasnya bahkan nomor dua terbesar di dunia setelah Brasil.

“Jadi saya yakin Indonesia ke depan bisa menjadi penghasil pangan dunia. Karena lahan tropis yang sangat luas, bisa ditanami berbagai jenis tanaman pangan,” ujar Eko pada pertemuan upaya stabilitas pasokan harga pangan bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Senin (29/8).

Menurut Eko, Brasil bisa bangkit menjadi negara dengan perekonomian kelima terbesar di dunia setelah mengaktifkan lahan-lahan pertanian yang ada hingga  mengalahkan Inggris dan Perancis. Padahal 30 tahun sebelumnya, Negeri Samba itu mengalami inflasi hingga seribu persen.

“Ini Indonesia bisa lebih dari itu. Karena juga memiliki garis pantai nomor dua terbesar di dunia setelah Kanada. Jadi banyak produk dari laut dan pantai yang bisa diberdayakan seperti tambak, garam, ikan, rumput laut, dan lain-lain,” ujar Eko.

Untuk mewujudkan itu, Eko berharap agar semua elemen bangsa saling bahu-membahu. Sehingga peringkat Indonesia yang saat ini berada di urutan 16 besar ekonomi dunia bisa terus meningkat.

Ia menambahkan, Indonesia punya angkatan kerja yang jumlahnya ratusan juta. Jika angkatan kerja itu diberdayakan, katanya, maka bisa mendatangkan manfaat ekonomi luar biasa.

“Seratus juta lebih angkatan kerja bekerja di Indonesia. Kalau diberdayakan untuk bercocok tanam di sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang mampu memberikan income Rp 2 juta saja, maka uang yang beredar di masyarakat desa dalam satu bulan bisa mencapai Rp 200 triliun,” ujar Eko.(gir/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top