Mampus! Tiga Perampok Bersenjata Api Dilumpuhkan Sekaligus. Mereka Dikenal Sadis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Mampus! Tiga Perampok Bersenjata Api Dilumpuhkan Sekaligus. Mereka Dikenal Sadis

SINDIKAT NARKOBA - Kapolresta Pekanbaru Kombespol Aries Syarief Hidayat didampingi Dir Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hermansyah (kiri) serta Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru  Kompol Iwan Lesmana Riza (kanan) memperlihatkan barang bukti narkoba dan empat tersangka pengedar narkotika saat gelar perkara di Mapolresta Pekanbaru, Riau, Jumat (25/3/2016). pengedar narkoba tersebut disita barang bukti paket sabu-sabu siap edar dengan nilai  Rp 6 miliar serta 200 butir pil ekstasi dan 16 lembar psikotropika jenis H5. foto: MHD AKHWAN/RIAUPOS
Ilustrasi

FSJAR.CO.ID, JAKARTA – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan menggulung tiga kawanan perampok jalanan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Eko Hadi Santoso mengungkapkan, kawanan itu selalu beraksi dengan senjata api dan senjata tajam.

Eko menjelaskan, komplotan itu terlibat dalam tiga kasus perampokan. “Yang pertama adalah pencurian bermodus memepet kemudian mengancam menggunakan senjata tajam,” katanya di Polres Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Dari kasus itu, polisi menangkap tiga pelaku. Yakni IMS (21), AB (27) dan MFR (23).

Polisi juga menyita barang bukti berupa satu set blok mesin sepeda motor. “Ada dua unit motor dan satu celurit yang biasa digunakan untuk beraksi,” sambung dia.

Sedangkan kasus kedua adalah perampokan dengan modus meneriaki pengendara mobil. “Pelaku meneriaki dan menyebutkan ada percikan api di belakang mobil, korban biasanya menggunakan mobil sendirian,” kata Kanit Resmob Reskrim Jaksel AKP M Iskandar Syah.
Bila sekali teriakan tak digubris calon korban, maka anggota komplotan yang lainnya akan berteriak kembali ke korban agar percaya bahwa mobil yang dikendarai mengeluarkan percikan api. Dari komplotan kedua ini polisi menangkap empat pelaku yaitu DMW (36), J (54), HN (29) dan PP.

Iskandar menambahkan, khusus PP terpaksa ditembak karena melawan saat hendak ditangkap. ”Untuk PP kami tindak tegas dan meninggal,” bebernya.

Sedangkan kasus terakhir ialah pencurian dengan kekerasan yang pelakunya berinisial MIW (33). Pelaku adalah seorang sopir yang menodongkan pisau ke majikan untuk menguasai mobil korban.

loading...
Click to comment
To Top