Dilaporkan ke Kantor Polisi, LM Pasrah di Depan Istri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Dilaporkan ke Kantor Polisi, LM Pasrah di Depan Istri

ilustrasi-kekerasan-dalam-rumah-tangga

FAJAR.CO.ID, SORONG – Kesabaran Nona, ibu rumah tangga yang tinggal di belakang Kantor Pos Sorong, Papua Barat, sudah habis. Ibu dua anak ini melaporkan suaminya berinisial LM ke Polsek Sorong Kota, Selasa (30/8) kemarin.

Nona mengaku menjadi korban kekerasan LM. Bagian kiri wajahnya, serta sebagian tubuh Nona lebam. “Dia habis minum sama teman-temannya, sampai rumah langsung marah-marah terus pukul saya,” kata Nona usai melapor ke Mapolsek Sorong Kota.

Menerima laporan, tiga anggota Pos Rayon Sorong Barat mendatangi rumah korban guna menjemput LM yang tak melakukan perlawanan apapun. Dengan tangan yang yang diangkat ke atas, LM kemudian mengenakan kaos, menutupi tubuhnya yang bertato.

Dia kemudian mengikuti perintah anggota menuju Polsek Sorong Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tiba di Polsek Sorong Kota, pelaku mengakui perbuatannya terhadap sang istri. Ia mengaku memukul sang istri usai mengonsumsi minuman keras jenis CT bersama rekannya. “Terserah istri saya mau apa, saya memang salah,” kata LM.

Nona menceritakan, pemukulan dialaminya Selasa (30/8) pukul 00.00 WIT. Tiba di rumah, LM langsung melontarkan kalimat menusuk. Nona yang melihat kondisi sang suami, turut naik pitam. Namun saat ia melawan perkataan LM, LM langsung menghujaminya dengan pukulan mengenai bagian mata kanan hingga ia terhuyung. Ia lalu menangis terisak, namun tangisannya tak digubris sang suami yang berlalu meninggalkannya.

Akibat pukulan suaminya, mata Nona membengkak, ia lalu berinisiatif melaporkan kejadian yang menimpanya kepada mertuanya. “Saya kan lapor mertua supaya suami sadar. Tapi suami tambah marah, dia marah karena saya lapor-lapor,” katanya.

Mengetahui sang istri mengadu kepada orang tuanya, LM kian naik pitam. Sekitar pukul 10.00 WIT, LM kembali melontarkan kalimat kasar terhadap Nona. Meskipun melihat mata sang istri lebam kebiruan akibat ulahnya, LM tak peduli. Ia kembali melayangkan kepalan tangannya ke tubuh Nona.

Sang istri yang kesal akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian. “Saya lapor karena kesabaran saya sudah habis, saya sudah tidak tahan,” kata Nona dengan mata berkaca.

Dari pengakuan Nona, selama lima tahun merajut rumah tangga bersama, LM kerap berbuat kasar padanya. Tepatnya, saat sang suami terpengaruh minuman keras. “Awalnya kan saya lapor mertua, supaya diselesaikan keluarga saja. Tapi dia tambah ngamuk, ancam saya. Jadi lebih baik dilaporkan ke polisi saja, supaya dia jera,” kata Nona. (ayu/adk/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top