Janda Muda Ngakunya, Bisnis PSK Disini Pakai Modus Pelayan Warung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Janda Muda Ngakunya, Bisnis PSK Disini Pakai Modus Pelayan Warung

psk
ilustrasi

FAJAR.CO.ID, CIREBON – Satpol PP Kota Cirebon bersama pihak kepolisian belakangan gencar mengggelar razia. Akibatnya. sejumlah pelaku bisnis haram putar otak.

Bahkan beberapa diantaranya menyamarkan bisnis tersebut dengan profesi lainnya untuk menghindari razia.

Seperti dua remaja cantik yang ditangkap petugas gabungan saat gelaran operasi pekat di eks Terminal Elf Dukuh Semar, Senin (29/8). Dia mengaku sebagai pelayan warung, namun saat diperiksa intensif akhirnya mengaku juga biasa di-booking lelaki hidung belang.

“Ada dua yang diamankan, yang satu masih gadis usia 18 tahun, yang satunya janda usia 23 tahun, saat didatangi ngakunya cuma pelayan, cuma dari gerak-geriknya kita curiga ini modus yang digunakan untuk menghindari razia, terlebih warung itu, pemiliknya pernah disidangkan karena menjual miras.”ujar Pelaksana Teknis PPNS Satpol PP Kota Cirebon, Mudaim kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Senin (29/8).

Kecurigaan petugas akhirnya tepat, saat diperiksa dikantor Satpol PP, keduanya mengaku berprofesi ganda, selainsebagai pelayan warung,keduanya juga bersedia jika ada pelanggan yang datang dan mengajak chek in dihotel dengan tarif ratusan ribu rupiah.

TAN (18), salah satu PSK yang diamankan petugas kepada Radar Cirebon mengaku ia awalnya masuk ke dunia kelam tersebut setelah diajak oleh temannya.

Alasannya, perempuan asal Jakarta dan tinggal di Kota Cirebon bersama ayah tirinya tersebut butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Saya kerja sama yang punya warung, nemenin minum kalau ada yang minum diwarung, dapat uang tips. Kalau ada pelanggan yang ngajak check in juga lihat-lihat dulu, kalau ganteng dan saya juga suka ya saya mau, itu pun harus bayar gak bisa gratis,” tutur TAN.

TAN yang sadar mempunyai wajah manis dan body yahut tersebut akhirnya mematok harga yang tidak murah.

Sekali kencan, pelanggan paling tidak harus merogok kocek sampai dengan Rp 500 ribu plus dengan  sewa kamar hotel. “Biasanya segitu, dibawa itu saya gak mau, tapi gak tiap hari juga, jarang-jarang, saya begini kan belum ada setahun,” imbuhnya.

IRM (23), janda beranak dua asal Indramayu yang diamankan dari warung yang sama, menyebut  ekonomi sebagai alasan dirinya terjun ke dunia kelam tersebut.

Di usianya yang masih muda, ia sudah menjanda dua kali dan kini harus menghidupi dua anaknya yang tinggal di Indramayu bersama keluarganya. “Seminggu sekali saya pulang, ya kalau gak begini saya kerja apa, anak saya dua masih kecil-kecil,” paparnya.

Harga yangdipatok IRM sendiri cenderung lebih murah ketimbang TAN. Pelanggan yang membookingnya cukup mengeluarkan uang sekitar 300 ribu untuk sekali kencan short time.

“Kalau gak lagi terima tamu, ya sama , saya jaga warung, nemenin yang minum,” katanya. (dri/sam/jpnn) 

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top