Megawati Bosan Tiap Hari Ditanya Ahok, Ahok dan Ahok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Politik

Megawati Bosan Tiap Hari Ditanya Ahok, Ahok dan Ahok

320745_10475815072016_ahok_oke

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku bosan ditanya siapa calon yang bakal diusung di Pilgub DKI 2017 mendatang. Pasalnya, setiap ketemu wartawan, Megawati selalu mendapat pertanyaan yang sama, yakni apakah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan diusung PDIP atau tidak.

“Kenapa sih setiap hari Ahok, Ahok dan Ahok,” kata Megawati saat memberikan sambutan di acara Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDIP di Wisma Kinasih Tapos Depok, Jawa Barat, Selasa (30/8) kemarin.

Kepala daerah di Indonesia bukan cuma Ahok. Masih banyak kepala daerah lain yang punya kinerja bagus. Salah satunya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

“Tiap hari tanya Ahok saja, sekarang ada Pak Ridwan Kamil,” kata Megawati.

Megawati pun memuji Ridwan Kamil yang hadir di dalam kesempatan tersebut. Bahkan, Megawati mengaku berencana bertemu pria yang akrab Kang Emil itu di Bandung.

“Saya ajak ketemuan di Bandung, sekarang tahu-tahu (Ridwan Kamil) sudah pakai baju merah saja,” tambah Megawati disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Megawati kemudian menceritakan bahwa dia pertama kali melihat sosok Ridwan Kamil di TV. Kang Emil, lanjut Mega, bisa dijadikan contoh kesuksesan kerja.

“Saya pikir kalau semua yang akan pilkada ini ada yang mengikuti seperti Pak Emil kita bakalan menang,” tandas Megawati.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil hadir di Sekolah Para Calon Kepala Daerah yang digelar PDI Perjuangan di Depok atas undangan panitia. Ridwan Kamil hadir untuk memberikan materi dalam acara tersebut.

Ridwan Kamil pun menjelaskan alasannya memakai baju merah yang identik dengan PDIP.

“Kenapa pakai baju merah, ini saran panitia. Sebaiknya merah supaya menyesuaikan. Kedua saya menghormati setiap request,” kata Emil yang didampingi Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Emil juga mengaku diajari oleh orang tuanya untuk tidak menolak setiap permintaan berbagi ilmu. Karena undangannya dari PDIP, maka materi yang disampaikan Emil pun berkaitan dengan implementasi Trisakti gagasan Bung Karno.

“Spesifik karena undangan dari PDIP, bagaimana nilai-nilai Trisakti Bung Karno diterapkan. Itu materi saya. Dan karena yang mendengarkan calon bupati, gubernur. Ini pengalaman empirik saya ini bisa jadi pembelajaran,” jelasnya. (one/pojoksatu)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top