Saipul Jamil Ikut Terlibat Suap Hakim PN Jakarta Utara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Saipul Jamil Ikut Terlibat Suap Hakim PN Jakarta Utara

Saipul Jamil

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nama pedangdut Saipul Jamil disebut ikut serta menyuap hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Ifa Sudewi dengan uang sebesar Rp 250 juta. Suap itu diberikan untuk memengaruhi putusan perkara pencabulan yang dilakukan Saipul Jamil agar dijatuhi hukuman seringan-ringannya.

Hal itu terungkap dalam berkas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK atas kakak Ipul, Samsul Hidayatullah serta dua kuasa hukumnya, Berthanalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji. Jaksa Dzakiyul Fikri mendakwa Berthanalia bersama-sama Samsul, Kasman, dan Saipul Jamil memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada Ifa Sudewi.

“Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim yaitu Ifa Sudewi selaku hakim yang ditunjuk mengadili perkara pidana atas nama Saipul Jamil,” kata Jaksa Fikri saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/8).

Jaksa Fikri memaparkan, jelang sidang pembacaan eksepsi, Berthanatalia selaku kuasa hukum Saipul Jamil menerima telepon dari suaminya, Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Karel Tuppu pada 10 Mei 2016. Lewat telepon Karel menanyakan perkara Saipul di PN Jakut dan menyampaikan kepada Bertha agar menemui hakim Ifa Sudewi untuk meminta bantuan perkara tersebut.

Setelah itu, Bertha menemui hakim Ifa menanyakan penangguhan penahanan dan putusan sela. Ifa lantas menyampaikan tidak akan mengabulkan penangguhan penahanan Saipul karena perkara itu mendapat sorotan publik.

“Namun akan membantu di putusan akhir dan akan dibuktikan melanggar pasal 292 KUHP jika terdakwa I (Bertha) dapat memperoleh bukti bahwa korban Dede Sulton sudah dewasa atau bukan anak-anak,” tutur Jaksa Fikri.

Adapun setelah pertemuan itu, Bertha melaporkannya kepada Kasman Sangaji selaku ketua tim pengacara Saipul Jamil.

Setelah itu, Bertha menemui Panitera PN Jakpus Rohadi menanyakan berapa tuntutan penuntut umum untuk Saipul Jamil dan dijawab belum tahu. Kemudian Kasman meminta Bertha agar memastikan pengurusan perkara Saipul Jamil agar dapat diputus onslag atau pidana percobaan.

Menurut Jaksa Fikri, Bertha kemudian menindaklanjuti permintaan Kasman itu dengan mengirimkan SMS kepada Rohadi. Namun, dijawab Rohadi untuk menyiapkan uang pengurusannya yang jumlahnya disampaikan setelah JPU membacakan tuntutan.

Tuntutan tersebut lalu dibacakan pada 7 Juni 2016. Mantan suami artis Dewi Perssik, itu dituntut pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 100 juta. “Kemudian terdakwa I mengirim SMS kepada Rohadi untuk menghadap Ifa Sudewi, dengan mengatakan ‘Dek berat sekali, besok pagi-pagi harus ngadep ibu’, dan dijawab Rohadi ‘siap bunda’,” papar Jaksa Fikri.

Selanjutnya, Rohadi menawarkan diri sebagai penghubung dengan Hakim Ifa Sudewi  untuk mengurus putusan perkara Saipul Jamil. Bahkan, Rohadi meminta disediakan uang sebesar Rp 500 juta agar perkara Ipul bisa diputus pidana penjara selama satu tahun. Namun, pihak keluarga Saipul Jamil merasa keberatan dengan permintaan tersebut.

Rohadi kemudian menurunkan permintaannya menjadi Rp 400 juta.

Setelah itu, Berthanalia menemui Hakim Ifa Sudewi di ruang kerjanya dan menanyakan putusan perkara Ipul. Ifa kemudian menyampaikan bahwa pada pokoknya perkara Saipul Jamil unsur yang terbukti adalah Pasal 292 KUHP dengan vonis tiga tahun penjara.

Jelang pembacaan putusan pada 14 Juni 2016, Bertha dihubungi Rohadi yang mengaku telah mengetahui amar putusan Saipul. Dalam percakapan telepon itu, Rohadi mengatakan “itu 3 tahun mintanya 400 juta”.

Namun, setelah disampaikan kepada Samsul, pihak Saipul hanya bersedia menyediakan uang sebesar Rp 300 juta. Setelah menyampaikan itu kepada Rohadi, kemudian dia mendapatkan SMS dari Rohadi. “Yang berbunyi: Sdh di tlp beliau katax sdh maksimal dibantu klu kurang dr itu nanti dipanggil KY mereka takut dan disini sdh banyak media siaran langsung sdh ok yg 3 dibawa sj,”

Setelah itu, Samsul menyiapkan uang Rp 300 juta yang berasal dari sebagian hasil penarikan rekening Saipul Jamil.

Meski demikian, Bertha menyampaikan kepada Rohadi hanya akan memberikan uang sebesar Rp 200 juta dengan alasan putusan perkara Saipul tidak akan diputus pidana penjara selama satu tahun. Atas penyampaian itu, Rohadi meminta Bertha menambahkan uang.

Akhirnya pada 15 Juni, Berthanatalia menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta kepada Rohadi di area parkir Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Sunter, Jakarta Utara. Sesaat setelah menerima uang itu, Rohadi berjalan menuju mobilnya dan kemudian ditangkap petugas KPK.

Bertha, Samsul Hidayatullah, Kasman, dan Saipul Jamil dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, JPU KPK mendakwa Samsul Hidayatullah dan pengacara Berthanatalia Ruruk Kariman memberikan suap sebesar Rp 50 juta kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi. Suap tersebut diberikan agar Rohadi menjadi penghubung dan memberikan akses dengan pimpinan pengadilan atau majelis hakim guna pengurusan penunjukan majelis hakim perkara Saipul Jamil.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top