Drajad: Pencopotan Bang Yos Bukan Karena Faktor Kinerja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Drajad: Pencopotan Bang Yos Bukan Karena Faktor Kinerja

?????????????????????????????????????????????????????????

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pencopotan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dari posisi Kepala Badan Intelejen Negara dan digantikan oleh Komjen Pol Budi Gunawan dinilai bukan karena faktor kinerja dan gagal dalam menjalankan perintah presiden.

Hal itu diungkapkan oleh Ekonom senior Drajad Wibowo yang sempat duduk sebagai Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) sejak Bang Yos (sapaan akrab Sutiyoso) menjabat sebagai Kepala BIN.

“Saya sangat tahu bahwa Bang Yos diganti bukan karena dinilai gagal atau bersalah oleh presiden. Saya tahu betul itu,” tegas Drajad pada Fajar.co.id (Jumat, 2/9).

Menurut Dradjad, semenjak dipimpin oleh Sutiyoso, BIN telah banyak mengukir prestasi lewat kinerja yang baik.

Misalnya, lanjut Drajad, BIN berhasil mengajak tokoh pemberontak Aceh, Din Minimi, dan pasukannya kembali bergabung ke masyarakat tanpa harus berperang lebih dulu. Beberapa kombatan Papua Merdeka juga berhasil dibuat demikian.

Selain itu, ada beberapa anggota kelompok teroris di Poso yang menyerahkan diri melalui BIN.

Tidak hanya soal terorisme dan sparatisme, BIN juga berhasil menangkap koruptor seperti Samadikun Hartono dan Totok Ary Prabowo, yang sudah bertahun-tahun buron di luar negeri.

Bahkan, BIN termasuk lembaga yang berhasil membantu menarik pajak Rp 400 miliar hanya dalam waktu sekitar 30 menit, dari Wajib Pajak yang kasusnya sudah inkrah tapi tidak mau membayar.

“Itu bebera yang muncul di media. Bamun nanyak lagi keberhasilan intelijen yang tidak mungkin saya ungkapkan,” paparnya.

Menurut Drajad, saat ini ada sementara oknum yang berpikiran sempit, memelintir seolah Bang Yos gagal dalam memimpin BIN, dengan fakta terjadinya beberapa kasus teror.

“Kalau yang seperti ini gagal, bagaimana dengan para Ka-BIN sebelumnya yang mengalami teror-teror sangat besar, seperti bom Bali pertama dan kedua, Hotel Marriott, Kedubes Australia dan lainnya,” ucapnya.

Ia mengingatkan, ada banyak instansi yang terlibat dalam mengatasi ancaman terorisme, di mana BNPT dan Polri menjadi ujung tombaknya.

“Faktanya, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa Barat dan Australia saja juga kesulitan,” pungkasnya.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top