KSTJ Kecewa Bekas Bos Agung Podomoro Land Hanya Divonis 3 Tahun Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

KSTJ Kecewa Bekas Bos Agung Podomoro Land Hanya Divonis 3 Tahun Penjara

Ariesman Widjaja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Vonis 3 tahun kepada Ariesman Widjaja eks Presiden Direktur Agung Podomoro Land yang terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 a UU Tipikor, dinilai Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) sangat ringan dan mengecewakan.

Seharusnya, hakim menjatuhkan hukuman penjara dan denda maksimal sesuai pasal 5 ayat 1 a selama 5 tahun dan 250 juta rupiah karena korupsi yang dilakukan Ariesman Widjaja adalah sebuah Grand Corruption.

Aktivis Walhi yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, Edo, menilai hakim tipikor telah salah memperhitungkan Ariesman pernah berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta sehingga meringankan hukuman.

“Kontribusi bukan dilakukannya pribadi, namun oleh korporasi. Justru perbuatan terdakwa itu melakukan suap untuk menghilangkan kontribusi terhadap pembangunan,” jelas Edo di Jakarta, Jumat, (2/9).

Edo menilai, Ariesman selama ini menjalankan roda korporasi yang bertujuan hanya untuk menguntungkan korporasi dari proyek reklamasi, yakni untuk mempengaruhi pembuatan kebijakan hukum dalam bentuk Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Perda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

BACA:  Ahok Jilat Ludahnya Sendiri, Sekarang Dia Makin Terjepit

“Karena itu kami mendesak agar KPK melakukan banding atas vonis Ariesman,” desak Edo.

Vonis terhadap Ariesman akan berdampak terhadap Perkara Sanusi sebagai penerima suap, karena itu Koalisi berharap KPK menuntut terdakwa Sanusi dengan hukuman yang maksimal dan hakim menjatuhkan vonis maksimal kepada Sanusi.

“Kami menduga korupsi reklamasi melibatkan banyak pihak, legislatif, eksekutif dan korporasi lainnya, namun 5 bulan berlalu, belum ada perkembangan signifikan dalam kasus ini. Kami menuntut KPK tetapkan tersangka-tersangka baru,” kata Edo. (Rmol/Fajar)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top