Waspada, Ini Bahaya Main HP Saat Khotbah Jumat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Samudera Ilmu

Waspada, Ini Bahaya Main HP Saat Khotbah Jumat

hanphone

SALAH satu perihal yang sangat membahayakan amalan seseorang, adalah memainkan hand phone (HP) pada saat Khatib sedang melangsungkan khotbah Jumat.

Bagi kalangan orang yang belum sampai ilmu kepadanya, mungkin menganggap perkara ini remeh. Tapi sejatinya, perkara yang besar. Jika seseorang memainkan HP, melihat facebook, membalas BBM, SMS, bahkan membuka twiter, browsing di google, saat khotbah berlangsung, maka ia tidak mendapatkan apa-apa dari jumatannya, kecuali kesia-siaan belaka.

Dahulu di zaman Rasulullah saw, Masjid Nabawai tidak berlantai marmer, tehel, atau pun karpet, melainkan tanah yang di dalamnya terdapat batu-batu kecil atau kerikil. Sehingga hal ini membuat Rasulullah saw memperingati jamaah sahalat Jumat ketika itu. Beliau saw bersabda:

“..Dan barang siapa yang bermain kerikil (ketika khutbah berlangsung), maka ia telah melakukan perbuatan yang sia-sia.” (HR. Muslim, 1985).

Imam An-Nawawi berkata, dalam Syarah Sahih Muslim, bahwa dalam hadits ini terdapat larangan menyentuh batu kerikil dan benda lainnya, termasuk perbuatan sia-sia pada saat khutbah berlangsung.

Imam An-Nawawi melanjutkan, di dalamnya terdapat satu isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan untuk mendengarkan khutbah Jumat.[1]

Adapun yang diriwayatkan Imam Ahmad, dari Ali ra—di dalam hadistnya—ia berkata, “Barangsiapa berada di dekat imam (khatib) lalu ia berbuat sia-sia dan tidak mendengarkan serta tidak diam, maka ia menanggung dosa. Dan siapa yang mengatakan ‘hus’ berarti ia telah melakukan yang sia-sia. Barangsiapa melakukan kesia-siaan maka tidak ada Jumatan baginya.” Kemudian Ali mengatakan, “Begitulah yang aku dengar dari Nabi kalian saw.” (HR Ahmad dan Abu Daud).

Hadits lainnya, adalah dari Abu Darda, ia menuturkan, “Suatu hari, Rasulullah saw duduk di atas mimbar, lalu menyampaikan khutbah kepada orang-orang dan membacakan ayat—sementara di sampingku ada Ubay bin Ka’ab—, lalu aku berkata, ‘Wahai Ubay, kapan diturunkannya ayat itu?’ namun ia enggan berbicara denganku, lalu aku bertanya lagi kepadanya, namun ia tetap enggan berbicara denganku. Hingga ketika Rasulullah saw turun, Ubay berkata kepadaku, ‘Engkau tidak memperoleh apa-apa dari jumatanmu kecuali kesia-siaan.’ Setelah Rasulullah saw menyelesaikan shalat, aku menghampirinya, lalu aku sampaikan hal tersebut, maka beliau bersabda, ‘Ubay benar. Jika engkau mendengar imammu berbicara, maka diamlah hingga selesai.’” (HR Ahmad).

Kita boleh berbicara saat khotbah belum dimulai, atau telah selesai. Namun dilarang berbicara saat khotbah sedang berlangsung. Ini adalah perbuatan tercela. Begitu juga melakukan aktifitas dengan HP yang kita miliki. Karena khotbah bagian dari shalat Jumat yang dikerjakan.

Sehingga apabila seseorang memainkan HP, saat khotbah sedang berlangsung, maka sungguh ia telah melakukan perbuatan yang sia-sia, dan sia-sia pula ia mendatangi Masjid untuk melaksanakan shalat Jumat. Memainkan kerikil saja disebutkan oleh Rasulullah saw sebagai kesia-siaan, apalagi memainkan HP?

Maka ia tidak mendapatkan apa-apa dari jumatannya kecuali apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw di atas, yakni kesia-siaan. Dan ini telah dibahas oleh para ulama di zaman ini.

Harus disadari bahwa saat khotbah kita sedang menghadap Allah. Sedangkan menghadap bos di kantor dan saat rapat berlangsung di tempat kerja kita begitu serius dan HP dimatikan, disilent, bahkan ada ruang miting yang mematikan sinyal HP otomatis, maka mengapa menghadap Allah kita main-main?

 


[1] Syarah Sahih Muslim, Imam An-Nawawi, Kitab Sahalat Jumat, Jilid 4. Hal, 633. Darus Sunnah, 2012.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top