Kisah Siswi SMA di Hotel: Berani Bayar Berapa Om? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Daerah

Kisah Siswi SMA di Hotel: Berani Bayar Berapa Om?

psk

FAJAR.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Kota Bandarlampung mulai dirambah fenomena perempuan ABG (anak baru gede) menjalin hubungan khusus dengan gadun –sebutan yang sedang tren untuk pria matang.

Hasil penelusuran Radar Lampung (Jawa Pos Group), berbagai alasan melatarbelakangi hubungan aneh tersebut.

Rasa nyaman berada di samping pria matang menjadi alasan utama. 

Namun terungkap, hubungan ini terjalin lantaran si remaja cantik ingin menggantungkan kebutuhan dunia glamornya kepada si gadun.

Miris memang mengetahui fakta tersebut. Tetapi kenyataannya, gadun bahkan bisa memanjakan si ABG melebihi perhatian kepada istrinya. 

Demikian pengakuan R (17), salah satu siswi SMA di Bandarlampung, yang mengaku sengaja mendekati gadun demi memenuhi kebutuhannya.

Untuk kencan biasa, R cukup menemani si Gadun berkeliling mal. Di saat inilah R bisa sekaligus meminta ini-itu kepada si gadun. 

Selepas dari itu, biasanya R akan diajak mendampingi si gadun melepas penat di sebuah room karaoke. 

’’Karena saya juga suka nyanyi, ya oke-oke saja. Toh saya sudah dibelikan beberapa kebutuhan yang mendukung gaya penampilan saya,” ucap remaja bertubuh molek tersebut.

Namun untuk beberapa gadun, ternyata tidak hanya mengajak berkaraoke. Ada yang sampai membawa ke kamar hotel meski tidak melulu sampai melakukan “hubungan terlarang”.

Dia terkadang hanya meminta untuk ditemani mengobrol. Di situlah si gadis belia harus sanggup menjadi pendengar yang baik.

’’Seharusnya begini, seharusnya begitu. Saya iya-iya saja karena harus jadi teman cerita yang baik,” tuturnya.

Bila si gadun terlihat seperti pria dengan harta melimpah, si gadis belia pun mencoba memancing. Mulailah si gadis naik ke tempat tidur dengan alasan lelah. 

Tergoda? Ya, banyak gadun dipastikan tergoda dan mengajak untuk melakukan begituan.
’’Ups, nanti dulu om, berani berapa dulu?” demikian cerita R kala menggambarkan suasana saat menggoda gadun.

Bayaran yang ditawarkan pun tidak sedikit. ’’Kalau cuma 500 ribu, itu mah pasaran lokalisasi. Kalau kami ini kan masih sip. Minimal kami minta duaribu (Rp 2 juta.). Baru kami mau,” ujarnya.

Karena terlanjur terpancing, si gadun pun mengiyakan tawaran tersebut. Mulailah mereka terlibat “hubungan haram”.

Pada beberapa kasus, ternyata hubungan mereka tidak lantas putus di hari itu. Bila si gadun mulai nyaman, maka dia akan ’memelihara’ si gadia belis tersebut. 

Semua kebutuhan akan dipenuhi. Tanpa perlu meminta, pria matang akan langsung mengerti kebutuhannya. Dengan catatan, gi gadis belia bisa menyanggupi panggilan gadun setiap saat.

’’Seperti seorang Bapak yang baik sangat mengerti kebutuhan anaknya gitu deh. Walaupun saya tidak minta apa-apa dan tidak menuntut banyak, kadang tahu-tahu dikasih sesuatu gitu aja. Tapi sesekali saya tetap mengingatkan dia untuk juga memperhatikan keluarga kok,” tutupnya. (sur/c1/dna) 

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top