La Nyalla Didakwa Rugikan Negara Rp 27 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

La Nyalla Didakwa Rugikan Negara Rp 27 Miliar

la nyalla

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Surabaya mendakwa Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattaliti telah melakukan korupsi dana hibah dari Pemprov Jawa Timur pada 2011-2014. La  Nyalla didakwa telah  memperkaya diri sendiri sebesar Rp 1,1 miliar dari total kerugian negara Rp 27 miliar.

Jaksa I Made Suarnawan mengatakan, La Nyalla bersama-sama Wakil Ketum Bidang Akselerasi Perdagangan Antar Pulau Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring melakukan perbuatan melawan hukum menyiasati penggunaan dana hibah yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Telah secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” kata Jaksa Suanarwan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/9).

Diketahui, total dana hibah yang dikirim Pemprov Jatim kepada Kadin Jatim dalam kurun 2011-2014 sebanyak Rp 48 miliar.

Dana tersebut dikirim Pemprov Jatim usai menyetujui proposal permohonan dana hibah disertai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan La Nyalla selaku Ketua Kadin Jatim.

Proposal dan RAB itu diajukan untuk program Akselerasi Perdagangan Antar Pulau, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta Busines Development Center (BDC).

Jaksa Suanarwan mengatakan, ketiganya menyiasati penggunaan dana hibah yang tidak sesuai peruntukannya  agar seolah-olah telah melaksanakan  sesuai dengan Proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ini dilakukan  dengan merekayasa data pendukung laporan pertanggungjawaban dan meminta bantuan Staf Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Heru Susanto.

“Dan setelah laporan pertanggungjawaban selesai dibuat kemudian terdakwa La Nyalla Mattaliti menandatanganinya untuk kemudian diserahkan kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur Cq. Kepala Biro Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur,” ujar Jaksa Suanarwan.

Misalnya, pada 2012, dana hibah sebesar Rp 1,3 miliar digunakan untuk kepentingan pribadi La Nyalla. La Nyalla juga menggunakan dana hibah sebesar Rp 5,3 miliar untuk pembelian Initial Public Offering (IPO) Bank Jatim atas nama mantan ketua PSSI tersebut.

Nyalla kemudian menjual saham Bank Jatim tersebut seharga Rp 6,4 miliar. Sehingga Nyalla memperoleh keuntungan sebesar Rp 1,105 miliar.

Atas perbuatannya, La Nyalla oleh Jaksa didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undnag Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHPidana. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top