Pistol Tak Terdaftar Milik Aa Gatot Diberi Mantan Kepala BPPN – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Pistol Tak Terdaftar Milik Aa Gatot Diberi Mantan Kepala BPPN

Gatot Brajamusti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gatot Brajamusti alias Aa Gatot mengaku, dua pucuk senjata api miliknya merupakan pemberian Ary Suta, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Namun polisi menyebut hibah senjata tidak bisa dikakukan begitu saja.

“Hibah senjata boleh, tetapi ada mekanismenya. Tidak bisa begitu saja, tetap harus ada perizinannya,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, Senin (5/9).

Budi menegaskan, Aa Gatot maupun Ary Suta harus memiliki surat izin atas kepemilikan senjata api tersebut dari institusi yang berwenang. “Enggak bisa sembarangan dan bisa dipidana (jika memberikan senpi tanpa sesuai prosedur-red),” kata Budi.

Budi menjelaskan, proses pemberian senjata api dari seseorang kepada orang lain harus melalui mekanisme yang sesuai prosedur. Setelah berpindah tangan, senjata api itu harus jelas siapa pemiliknya dan harus memiliki izin.

“Artinya begini, kalau untuk senpi perpindahan tangan harus dilakukan mekanisme yang ada apakah itu hibah, apakah itu dijual kembali tetapi dalam perizinan harus ada klausul siapa yang miliki senjata ini,” jelas Budi.

Senpi yang dimiliki Aa Gatot yakni jenis Glock tipe 26 dan Walter PPK tipe 22. Kedua jenis senjata api ini adalah senjata pabrikan.

Sementara dari hasil pengecekan polisi sesuai data base di Wasendak (Pengawan Senjata Api dan Bahan Peledak), kedua senjata api yang dikuasai Aa Gatot Brajamusti itu tidak terdaftar.

“Kalau importir senjata itu sudah keliatan nomor rangkanya. Siapa importirnya, kepada siapa senjata itu diberikan izin, apakah Perbakin. Perbakin itu untuk olahraga tapi kalau (senjata api untuk) bela diri ada lagi (izinnya),” terang dia.

Untuk menelusuri legalitas senjata api tersebut, maka penyidik bakal memeriksa Ary Suta. “Kami masih mendalami apakah AS memiliki izin atau tidak,” tuntas dia. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top