Uang Suap Bupati Banyuasin Digunakan untuk Naik Haji – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Uang Suap Bupati Banyuasin Digunakan untuk Naik Haji

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Suap yang diterima Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharam, rupanya akan digunakan untuk perjalanannya melaksanakan ibadah haji bernama sang istri bernama Tita.

Bahkan, Yan Anton ditangkap usai menggelar syukuran jelang keberangkatan ke tanah suci di rumah dinasnya, Minggu (4/9) kemarin.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, Yan membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk memenuhi keinginannya itu. Sebagai realisasi, Yan memerintahkan Kabag Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Darus Rustami agar menanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman apakah ada uang Rp 1 miliar di dinas tersebut.

“Karena YAF ini tahu betul di sana (Disdik Banyuasin) akan ada beberapa proyek. Jadi ini semacam ijon,” kata Basaria dalam keterangan pers di kantornya, Senin (5/9).

Uang Rp 1 miliar pun didapat dari pengusaha Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharam untuk memfasilitasi melaksanakan ibadah haji Yan dan Tita. Uang ini didapat setelah Umar bersama Kepala Seksi Pembangunan Mutu Pendidikan Dasar Disdik Banyuasin, Sutaryo menghubungi Zulfikar melalui bantuan perantara Kirman.

Kirman, lanjut Basaria merupakan orang kepercayaan Yan yang biasa menjadi penghubung kepada pengusaha bila ada pejabat Banyuasin memerlukan dana. “Kirman selalu hubungi pengusaha bila ada keperluan pejabat di sana,” ujar Basaria.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT)  kemarin KPK menyita uang Rp 299,8 juta dan USD 11.200 dari tangan Yan. Kemudian dari tangan Sutaryo, KPK menyita Rp 50 juta serta menyita bukti setoran biaya haji ke sebuah biro perjalanan haji sebesar Rp 531.600.000 dari tangan Kirman.

“Uang Rp 531.600.000 untuk berdua, suami-istri. Uang itu diduga pemberian dan fasilitas biaya haji itu dari ZM (Zulfikar Muharrami) tadi itu (untuk Yan dan istrinya,” kata Basaria.

Atas perbuatannya, sebagai pemberi suap dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Sedangkan penerima suap yakni Yan, Umar, Rustami, Kirman dan Sutaryo dijerat pasal 12 huruf a atau b dan atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top