Bamus Betawi Terlibat Politik Praktis, Ahok: Itu Langgar Pancasila dan UUD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Jabodetabek

Bamus Betawi Terlibat Politik Praktis, Ahok: Itu Langgar Pancasila dan UUD

24170_42266_ahok jawapos

FAJAR.CO.ID,  JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama berniat mencoret Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dari daftar penerima dana hibah APBD. Pasalnya, wadah bagi puluhan Ormas Betawi itu mulai terlibat dalam politik praktis.

Apalagi, lanjut gubernur yang akrab disapa Ahok itu, Bamus Betawi menyerukan pandangan politik yang menyimpang dari Pancasila dan UUD ’45. Contohnya, kampanye gubernur DKI harus dari etnis Betawi yang muncul saat acara Lebaran Betawi beberapa waktu lalu.

“Ini sudah melanggar Pancasila dan UUD 1945, dia (Bamus) bilang Jakarta harus Betawi yang jadi gubernur. Itu udah enggak betul,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa (6/9).

Menurut Ahok, seharusnya Bamus Betawi dibubarkan dan pengurusnya ditangkap karena mengkampanyekan sesuatu yang bertentangan dengan konstitusi. Namun, tindakan tersebut merupakan wewenang pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.

BACA:  Ahok Tawarkan Rusun untuk Warga Rawajati

Karena itu, Ahok hanya bisa bertindak berdasarkan kewenangannya, yakni mencoret Bamus Betawi dari daftar penerima hibah. Mantan kader Golkar dan Gerindra itu mengaku tidak rela APBD DKI dipakai untuk membiayai penyebaran ajaran yang inkonstitusional.

“Maksud saya Anda ini enggak boleh nerima uang hibah untuk Bamus Betawi yang berpolitik. Makanya saya bilang harus disetop,” pungkasnya.

Untuk diketahui, setiap tahun Bamus Betawi selalu mendapat hibah dari Pemprov DKI. Jumlahnya berkisar antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar per tahun. (rmol/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top