BG Jadi Kepala BIN, Begini Komentar Analisis Militer – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

BG Jadi Kepala BIN, Begini Komentar Analisis Militer

48505_67193_budi gunawan jawapos HL 2
Foto: JPG
FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Analis Militer dan Intelejen, Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan kalangan DPR, untuk tidak ikut-ikutan menjadikan Badan Intelejen Negara atau BIN menjadi recyle BIN (red: tempat pembuangan file di komputer).
BIN menurutnya adalah lembaga tinggi negara, yang harus dikepalai oleh seorang yang benar-benar ditempatkan untuk kepentingan negara dan bukan sekedar sekedar memenuhi politik dagang sapi.
“Ini saya melihat BIN sudah menjadi keranjang recycle BIN atau keranjang sampah. Situasi politik ini saat ini memang banyak politik dagang sapi, dan itu secara politik tidak bisa dibantah, dan itu saya memahami.
Tapi yang saya tidak mengerti, di era Jokowi, BIN telah menjadi penampungan atau tempat sampah dari orang-orang yang harus punya posisi tapi tidak tahu mau di posisi apa dia ditempatkan,” ujar Connie kepada awak media, di Jakarta, Selasa (6/9).
Menempatkan orang karena politik dagang sapi sebagai dirut BUMN, komisaris BUMN dan jabatan lain yang tidak strategis menurut Connie masih bisa dipahami, namun ada posisis strategis, seperti menlu, mendagri, menhan dan kepala BIN, yang sama sekali tidak boleh terkait dengan kepentingan partai atau orang yang terlalu dekat dengan partai, atau hanya karena bargaining politik.
“Semua orang tahu hubungan PDIP, Megawati dan Budi Gunawan. Secara psikologis itu manusiawi, kalau ada yang hubungan seperti itu. Tapi kalau itu yang menjadi alasan BG menjadi kepala BIN, maka BIN akan susah menjadi entiti mandiri,” tambahnya.
Lebih lanjut Connie menjelaskan negara harus bisa benar-benar memahami fungsi basik dari BIN, yaitu dalam bahasa awamnnya adalah wikipedia atau google nya sebuah negara. Negara dapat menanyakan segala yangdibutuhkan Julia dari masalah dalam negeri, masalah luar negeri, kontra intelejen, komunikasi daninformasi, intelejen ekonomi dan segalanya kepada BIN dan hasilnya harus maksimal.
“Fungsi basic yang kedua yaitu terkait bidang luar ngeri dan kontra intelejen, yang merupakan kepanjangan tangan negara. BIN memiliki hak dan kemampuan dibawah perlindungan negara adalah melakukan hal yang tidak mungkin. Menggoncang ekonomi sebuah negara dan lainnya itu ada peran BIN disana. Jadi tidak sembarangan,” jelasnya. (fmc)
loading...
Click to comment
To Top