Ini Jumlah Harta Kekayaan Bupati Banyuasin, Kepala Daerah Termuda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ini Jumlah Harta Kekayaan Bupati Banyuasin, Kepala Daerah Termuda

bupati banyuasin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian sebagai tersangka penerima suap terkait proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

Suap sebesar Rp 1 miliar itu diduga akan digunakan Yan sebagai uang saku selama perjalanan menunaikan ibadah haji.

Berdasarkan laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Yan Anton terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada Maret 2014. Bupati kelahiran 2 Januari 1984, itu tercatat memilik harta kekayaan dengan total mencapai Rp 1,89 miliar.

Jumlah tersebut tampak menurun dibanding dengan harta yang dilaporkannya pada Desember 2012, yaitu Rp 2,29 miliar. Anak dari mantan Bupati Amirruddin Inoed, itu memiliki harta tidak bergerak berupa satu unit rumah di Palembang, Sumatera Selatan seluas 824 meter persegi dan 160 meter persegi senilai Rp 405.456 juta.

Sedangkan harta bergerak berupa alat transportasi berupa Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero Sport, dan Toyota Hilux, serta logam mulia yang jumlahnya mencapai Rp 1,025 miliar.

Salah satu bupati termuda, itu juga memiliki giro dan setara kas senilai Rp 301.944 juta. Dalam lembar LHKPN-nya, Yan Anton tak tercatat memiliki utang.

Senin (5/9) kemarin, KPK menetapkan Yan Anton Ferdian bersama Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Bagian Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin Darus Rustami, dan Kepala Seksi Pembangunan Mutu Pendidikan Dasar Disdik Banyuasin Sutaryo sebagai penerima suap.

Mereka diduga menerima suap dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharam sekitar Rp 1 miliar dari seorang perantara bernama Kirman. Penetapan keenam tersangka setelah dicokok petugas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu, 4 September 2016.

Uang itu digunakan Yan dan istrinya, Tita, untuk memfasilitasi ibadah haji keduanya di tanah suci. Zulfikar Muharam juga ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top