Kebiasaan Buruk si Kecil Awal Kerusakan Giginya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kesehatan

Kebiasaan Buruk si Kecil Awal Kerusakan Giginya

FOTO 1 (4)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Orang tua kerap membiarkan buah hatinya beraktifitas yang sebenarnya justru tidak baik pada perkembangan organ tubuhnya. Seperti sejumlah kebiasaan buruk si kecil yang berakibat merusak kesehatan organ mulutnya yakni gigi. Apalagi, anak dalam masa pertumbuhan, sangat penting mendapat pengawasan orang tua.

Sejumlah kebiasaan buruk anak antara lain menyusui atau minum susu dengan menggunakan botol dot di malam hari bahkan ketika tidur. Bila tidak dibasuh dengan air putih atau dibersihkan, kebiasaan tersebut dapat membuat gigi berlubang dengan pola khas pada mulut anak.

Kemudian, makan makanan ringan di antara waktu makan (mengemil) dan minum minuman bersoda atau minum minuman yang berkadar gula tinggi. Kebiasaan ini dapat menyebabkan derajat keasaman (pH) di dalam rongga mulut turun dan email gigi menjadi rentan terhadap gigi berlubang.

Lalu, tidak mengunyah makanan dan membiarkan berada di dalam rongga mulut dalam waktu yang lama (mengemut), menghisap ibu jari atau dot (kompeng) memengaruhi bentuk kontur rahang, menyebabkan gigi tumbuh tidak beraturan yang selanjutnya dapat mengganggu fungsi mengunyah makanan.

Begitupun dengan menggigit kuku, pensil, es batu atau benda keras lainnya dapat menyebabkan gigi trauma atau mengalami fraktur. Bakteri di pensil atau kuku yang kotor juga dapat masuk ke tubuh anak dan menyebabkan infeksi atau gangguan pencernaan.

Tidak menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang dianjurkan. Menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50 persen. Kemudian, tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin.

Lalu, bagaimana menangani masalah kebiasaan buruk pada anak ini? Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Cabang Jakarta, Dr drg Eva Fauziah, Sp.KGA memberikan tipsnya. Pertama, biasakan ketika si kecil selesai minum susu dengan dot, dibasuh dengan air putih, cegah si kecil minum susu pakai dot ketika tidur. Jika si kecil sudah memasuki usia 2 tahun, upayakan minum susunya dengan gelas atau sendok bukan dengan botol dan dot lagi.

Kemudian, kurangi mengemil makanan dan minuman manis, latih anak untuk mengonsumi makanan padat sesuai tahapan perkembangan usianya agar mengenal berbagai tekstur makanan. Jangan biarkan si kecil sejak awal memasukkan ibu jari, ajari juga anak untuk tidak memasukkan benda apapun ke dalam rongga mulut selain makanan dan minuman yang bergizi.

Mengajarkan menyikat gigi dengan benar dari gusi ke gigi. “selama 2 menit dan dampingi mereka dan rutin mengajak anak untuk berkunjung ke dokter gigi sejak usia 1 tahun supaya anak terbiasa dan tidak akan takut untuk ke dokter gigi jika mengalami masalah pada gigi dan mulut,” ucap Eva pada acara preliminary press conference Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Pelataran Darmawangsa, Jakarta, Selasa, 6 September.

BKGN 2016 sendiri akan segera dilaksanakan untuk ke tujuh kalinya. Ini bukti Pepsodent sebagai brand pasta gigi keluarga produksi Unilever Indonesia terus secara konsisten mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut demi meningkatkan kualitas kesehatan gigi yang baik.

“Melalui BKGN kali ini, Pepsodent mengingatkan pentingnya peran orang tua, terutama ibu untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara mencegah kebiasaan yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan gigi dan mulut anak,” ucap Head of Professional Relationship Oral Care, PT. Unilever Indonesia Tbk, drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent, MDSc. (arm)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top