Catat.. Bu Mega Tidak Suka PDIP Disamakan dengan Partai Lain – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Politik

Catat.. Bu Mega Tidak Suka PDIP Disamakan dengan Partai Lain

163918_363164_megawati_besar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri tidak menerima, jika partainya disamakan dengan partai-partai politik lain.

“Saya bilang sama Pak Hasto (Sekjen), kenapa ya PDIP sepertinya selalu disamakan dengan parpol lainnya. Di media maupun media sosial, sepertinya partai itu semua sama. Dan sayangnya, kesamaannya yang buruk,” kata Mega di hadapan 54 peserta Sekolah Partai untuk calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Wisma Kinasih, Depok, Selasa (6/9).

Dia menegaskan PDIP telah melewati sejarah panjang dan perjuangan yang keras hingga menjadi salah satu partai politik terbesar di Indonesia saat ini.

“Saya ndak mau kalau PDIP disamakan dengan partai lain. Alhamdulillah dari jumlah, kita paling besar. Lha kok disamakan dengan yang lain-lain. Sorry. Dengan susah payah kami membangun partai ini. Dari saya membangun PDIP sampai ketika menjadi ketum,” ungkap mantan Presiden RI ini.

Mega pun berkisah bagaimana dia menyatukan partai yang pada saat Kongres I dahulu kocar-kacir.

“Kongres I, saya berpikir partai kocar-kacir kayak gini mau diapakan ya? Lha DPC tinggal dua, ada yang membentuk lagi,” kenangnya.

Megawati lalu bekerja keras agar PDIP bisa menjangkau hingga tingkat RT yang dijadikan anak ranting. Dan sekarang, semuanya sudah terbangun hingga anak ranting serta dinikmati oleh kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Kongres II, saya membangun struktural. Dulu isinya, tidak melihat orang. Milih orang asal saja dijadikan. Akhirnya saya membangun melihat dari demografinya. Jadi kalau jumlah penduduk kecil, berarti harus kecil (jumlah pengurus). Ngapain, banyak-banyak pengurus, nanti kalau banyak berantem lagi,” cetusnya.

“Jadi kalian yang terpilih ini banyak yang nggak tahu. Kalian sudah sangat mudah, boleh dibilang. Karena PDIP sekarang menjadi partai terbesar,” demikian Mega. (Fajar/pojoksatu/rmol)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top