Fahri Hamzah Kembali Geram dengan Kebijakan Jokowi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Fahri Hamzah Kembali Geram dengan Kebijakan Jokowi

fahri-hamzah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah merasa geram dengan kebijakan presiden Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diatur dengan mekanisme intruksi presiden (Inpres).

Kata Fahri, ini adalah salah satu langkag yang baru pernah terjadi di Indonesia, oleh sebab itu, Fahri mempertanyakan pihak yang akan bertanggungjawab atas APBN melalui inpres tersebut.

“Terus terang, saya menyayangkan sekali keputusan Presiden dalam mengatur anggaran pakai Inpres. Bahaya sekali. Ini preseden yang buruk bagi kita dan baru ini pertama kali terjadi di Republik Indonesia,” kata Fahri, di Gedung DPR, Senayan Jakarta.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mempertanyakan sikap anggota dewan lainnya yang hanya diam menerima keputusan itu. Dia menduga sikap diam itu karena anggaran parlemen tidak ikut terkena pemotongan.

“Silakan saja anggaran DPR tidak dipotong, tapi jangan gara-gara itu secara kelembagaan DPR diam. Tidak Bisa,” tegasnya.

Karena itu, wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat itu mendesak pemerintah mengajukan ulang anggaran ke dewan.

“Pemerintah harus mengajukan ulang ke DPR. Kita akan percepat kok pembahasannya. Kita juga prihatin tentang pemerintahan, dan kita akan maksimal rapatlah pakai mekanisme biasa. DPR paham apa yang terjadi,” ujarnya.

Jika presiden tidak mau menggunakan mekanisme pembahasan anggaran melalui DPR, Fahri mengusulkan pakai Perppu. “Tapi itu pun tidak gampang. Jadi, sekali lagi ini bukan soal anggaran DPR tidak dipotong, ini uang negara jangan sembarangan,” kata dia.

Jika pemerintah dianggap telah melanggar UU, Fahri meminta Komisi XI DPR harus memanggil Menteri Keuangan untuk meminta penjelasan. “Saya tidak tahu, siapa yang menekan presiden, terus tiba-tiba mau bikin Inpres begitu saja. tidak bisa dong. APBN itu undang-undang,” pungkasnya.(fas/jpnn)

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top