Golkar Senang Gugatan Setnov Dikabulkan MK, Kasus “Papa Minta Saham” Tidak Sah Secara Hukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Hukum

Golkar Senang Gugatan Setnov Dikabulkan MK, Kasus “Papa Minta Saham” Tidak Sah Secara Hukum

Setya Novanto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Partai Golkar mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi yang diajukan Setya Novanto.

Novanto mengajukan permohonan uji materi UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Wasekjen Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa putusan MK tersebut sudah tepat. Sebab, rekaman yang disebut “Papa Minta Saham” tidak diminta oleh penegak hukum.

“Artinya alat bukti rekaman penyadapan yang bukan tujuan penegakan hukum itu tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti hukum,” jelas Ace, Rabu (7/9).

Karenanya, menurut Ace, penanganan kasus “Papa Minta Saham” oleh Kejaksaan Agung tidak sah secara hukum.

“Konsekuensinya, apa yang terjadi dengan Pak Novanto dengan segala tuduhannya dalam kasus “papa minta saham” itu illegal,” terang dia.

“Dengan demikian, Pak Novanto bebas dari tuduhan hukum apapun atas dirinya. Pak Novanto bebas dari kasus hukum tersebut walaupun sebenarnya pihak Kejaksaan sudah menghentikan kasus ini (Papa Minta Saham).”

Dalam putusan disebutkan bahwa MK menyatakan informasi elektronik sebagaimana diatur UU ITE dan UU Tipikor tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat selama frasa informasi elektronik dan atau dokumen elektronik dan atau hasil cetaknya sebagaimana diartikan sebagai alat bukti yang sah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia.

MK juga menyatakan bahwa dalam pemberlakuan penyadapan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu atas permintaan penegak hukum sebagaimana yang diatur UU ITE.

Dengan kata lain sadapan terhadap Setya Novanto dalam kasus Papa Minta Saham ilegal. Sebab, rekaman tersebut tidak diminta oleh penegak hukum

loading...
Click to comment
banner advertise
To Top