Panglima Ini Wajibkan Anggotanya ‘Garap’ Istri Orang dan Beli Jimat Paku – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

Panglima Ini Wajibkan Anggotanya ‘Garap’ Istri Orang dan Beli Jimat Paku

selingkuh

FAJAR.CO.ID, TEGAL – Desa Dukuhturi, Kabupaten Tegal ternyata masih menjadi sarang tumbuhnya aliran sesat. Ritus ritualnya pun tergolong mesum dan nekat. Selain mewajibkan anggotanya untuk bebas berhubungan badan juga diwajibkan untuk membayar iuran sebesar Rp 10 Juta.

Terbongkarnya aliran yang dipimpin oleh Sisyanto (45) alias Kiai Hambali ini, lantaran, Abdul Mufid (60) yang merupakan bekas murid Kiai Hambali melaporkan si kiai palsu itu  ke polisi sektor (polsek) setempat.

Menurut Mufid, dirinya pernah dimintai uang oleh Hambali. Kejadianya sekitar tiga tahun lalu. Saat itu Mufid tertarik gabung dengan perkumpulan yang dipimpin Hambali alias Panglima Cirebon. Alasannya, Mufid ingin punya pekerjaan selepas pensiun.

Sepengetahuan Mufid, perkumpulan yang dipimpin Hambali itu rutin menggelar pengajian. Namun, Mufid mulai merasakan keganjilan.

“Awalnya biasa, tapi lama-kelamaan saya mulai merasakan adanya keanehan dalam ajaran itu,” kata Mufid yang menyebut awalanya, kegiatan saat pengajian hanya berkumpul, minum kopi dan mendengarkan ceramah.

Modus si Panglima Cirebon itu dengan menghasut Mufid untuk membayar mahar atau membeli barang-barang dari Hambali. Bentuknya adalah paku emas, kalung dan jimat-jimat.

Total, Mufid sudah merogoh uang hingga Rp 10 juta untuk disetor ke Hambali. Ternyata, Hambali yang tercatat sebagai warga Desa Grogol Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal itu membual.

“Saya sudah kelaur uang banyak eh malah belum juga mendapatkan pekerjaan,” keluhnya.

Namun, yang lebih gila lagi, kata Mufid adalah, dimana Hambali menyuruh seluruh pengikutnya untuk bersetubuh dengan sesama anggota yang bukan suami istri.

Tak mau terus-terusan jadi sapi perah dan sesat, korban pun akhirnya melaporkan perkumpulan tersebut ke petugas. kepolisian.

Menurut dia, jumlah pengikut aliran tersebut saat ini diperkirakan mencapai 100 orang lebih dari berbagai tempat.

Kapolsek AKP Yuliantoro mengatakan, pihaknya saat ini baru menerima laporan dari para korban, namun belum ada bukti yang dilampirkan. Menurutnya, jika sudah ada bukti maka polisi akan mengembangkan kasus itu dengan memeriksa pelaku.(muj/zul/jpg/ara/jpnn/Fajar.co.id)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top