Rayakan Hari Suci Galungan, Bali Liburkan Karyawan Selama 3 Hari – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

banner-oktober
Nasional

Rayakan Hari Suci Galungan, Bali Liburkan Karyawan Selama 3 Hari

Galungan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perayaan hari suci Galungan digelar oleh warga Bali dalam rangka dalam memperingati kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan) dengan penuh khidmat.

Hari suci Galungan diperingati umat Hindu setiap 210 hari sekali. Untuk merayakan Galungan, warga Hindu Bali baik wanita maupun anak-anak biasanya kompak mengenakan busana adat nominasi warna putih.

Tidak hanya itu, para kaum wanita hindu Bali juga biasanya menjunjung sesajen (sesaji) pergi ke pura atau tempat suci keluarga (merajan) untuk mengadakan persembahyangan.

Berbeda dengan perayaan hari Nyepi, saat perayaan Galungan digelar, suasana Kota Denpasar dan daerah pedesaan di Bali tampak cukup semarak, karena sepanjang jalan dihiasi dengan penjor sebagai lambang kemakmuran.

Seluruh perkantoran instansi pemerintah dan swasta di Bali libur (fakultatif) selama tiga hari berturut-turut, 6-8 September 2016. Kondisi Lalu Lintas kota Denpasar-pun biasaya tidak macet.

bagi para siswa dari seluruh jenjang pendidikan libur selama dua hingga hingga Hari Raya Kuningan, 5-18 September 2016.

Bali pada Hari Raya Galungan itu diwarnai dengan hiasan penjor (bambu yang dihias) berjejer sepanjang jalan yang dipajangkan di depan pintu masuk rumah tangga masing-masing.

Pajangan penjor penuh makna menghiasi sepanjang jalan menambah kesemarakan daerah tujuan wisata Pulau Dewata yang memang tidak pernah sepi dari aktivitas ritual dan budaya.

Suasana semarak itu hampir terjadi di semua tempat, baik di perkotaan maupun pedesaan di Pulau Dewata dengan persiapan masing-masing keluarga yang dilakukan jauh hari sebelumnya.

Di antara banyak tradisi, masyarakat Bali melakukan pemotongan ribuan ekor babi secara massal tepat sehari sebelum Hari Suci Galungan. Babi-babi itu telah dipersiapkan sebelumnya di masing-masing dusun, termasuk di dalamnya pedesaan Kabupaten Tabanan, Badung dan Gianyar.

Babi yang siap potong dengan berat di atas 100 kilogram/ekor tersedia hampir secara merata di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.
Pemerintah Kabupaten Tabanan mengaku telah menjamin stabilitas harga daging babi seiring dengan meningkatnya kebutuhan umat Hindu menjelang Hari Raya Galungan.

Begitu pula di Kabupaten Karangasem, Gianyar. Persediaan, sebagaimana dimuat Antara, telah dilakukan sejak enam bulan sebelumnya dengan cara beternak di lingkup rumah masing-masing.

Masyarakat Bali, baik di kota maupun desa, pada hari Penampahan Galungan tetap melakukan tradisi ngelawar dan membuat aneka jenis masakan khas Bali.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top