Takut Dipenjara, Menteri Yasona Buru-Buru Berikan Status WNI pada Archandra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Nasional

Takut Dipenjara, Menteri Yasona Buru-Buru Berikan Status WNI pada Archandra

Yasonna H Laoly

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Bekas menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar akhirnya kembali mendapatkan status kewarganegaraannya sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku telah menerbitkan surat keputusan (SK) tentang pemberian status tersebut.

Menteri asal PDI Perjuangan itu merasa harus cepat-cepat memberi status WNI ke Archandra agar mantan menteri ESDM itu tidak stateless atau tanpa kewarganegaraan.

Menurut Yasonna, Archandra memang pernah memiliki paspor Amerika Serikat. Padahal, sesuai UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, Indonesia tidak menganut dwikewarganegaraan.

Karenanya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada 23 Agustus 2016 memanggil Archandra. Tujuannya untuk menarik paspor Indonesia yang dikantongi pria asal Sumatera Barat itu.

Karenanya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada 23 Agustus 2016 memanggil Archandra. Tujuannya untuk menarik paspor Indonesia yang dikantongi pria asal Sumatera Barat itu.

“Archandra sudah kehilangan status warga negara Amerika, kami setop pencabutan WNI. Kalau saya meneruskan mencabut WNI Archandra maka saya dapat dipidana, selama tiga tahun,” ungkap Yasonna saat rapat kerja Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9).

Sebagaimana diketahui, Archandra pada 15 Agustus 2016 sudah kehilangan statusnya sebagai warga negara AS. Hal itu dibuktikan dengan Certificate of Loss of the United States yang disahkan oleh Departemen State of United States of America dan surat Kedutaan Besar AS.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, Kemenkumham memutuskan bahwa Arcandra Tahar tetap menjadi WNI. Hal itu sesuai prinsip perlindungan maksimum dan asas non-apatride.

Lebih lanjut mantan anggota Komisi III DPR itu menambahkan, pejabat yang karena kelalaiannya mengakibatkan seseorang kehilangan kewargangeraan juga diancam pidana setahun penjara.

Karenanya Yasonna menerbitkan SK yang menyatakan Archandra kembali berstatus WNI terhitung sejak 1 September 2016.

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top