JPU Ragukan Keterangan Ahli Patologi dari RSCM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

1230x100
Kriminal

JPU Ragukan Keterangan Ahli Patologi dari RSCM

Saksi ahli yang meringankan untuk terdakwa, Pakar Patologi Forensik Unversitas Indonesia Djaja Surja Atmadja memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jaksa penuntut umum meragukan keterangan yang disampaikan ahli patologi forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Djaja Surya Atmadja.

Dia menjadi saksi ahli meringankan dari terdakwa Jessica Kumala Wongso. Keraguan itu dikarenakan tim kuasa hukum Jessica tidak memberikan data secara lengkap mengenai reaksi racun sianida yang menyebabkan Wayan Mirna Salihin meninggal dunia, sebagaimana yang telah disampaikan dari saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan.

“Tidak semua bahan diperoleh diberikan penasehat hukum kepada ahli terutama tentang saksi-saksi yang menjelaskan mengetahui tentang bagaimana gejala-gejala korban,” kata Jaksa Ardito Muwardi usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9) malam.

Alasan kedua pihaknya meragukan keterangan saksi ahli Jessica, yakni Djaja hanya bisa menerangkan mengenai kondisi mayat yang terpapar racun sianida.

Saksi ahli itu, kata Ardito tidak menganalisa dari bukti-bukti lain yang tidak berkaitan dengan ilmu kedokteran forensik.

“Beberapa yang tidak pas karena ahli hanya menjelaskan tentang kondisi mayat  tidak menjelaskan tentang circumtansial evidence (bukti tak langsung). Padahal itu bagian yang tidak terpisahkan sebenarnya untuk ambil analisa. namun ahli mengatakan itu bukan bagian dari kedokteran forensik. Dia hanya melihat berdasarkan mayat,” kata Ardito.

Untuk itu, Ardito mengatakan pendapat saksi ahli Jessica sangat bersebrangan dengan pendapat ahli lainnya dari Jaksa yang telah menganalisa penyebab kematian Mirna.

“Ini bertentangan dengan ahli lain yang menjelaskan penentuan penyebab kematian tidak bisa semata-mata tidak bisa melihat kondisi jenazah saja. Dipertanyakan sama teman saya tentang gejala-gejala, apakah harus fix, atau muncul semua atau tidak,” katanya. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
Fajar.co
To Top