Atlet Intelektual Difabel Ramaikan TAFISA World Games 2016 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Sport

Atlet Intelektual Difabel Ramaikan TAFISA World Games 2016

bocce

FAJAR SPORT, JAKARTA — Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (PP SOIna) memastikan atlet intelektual difabel atau disabilitas intelektual akan ikut berpartisipasi pada ajang The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games 2016 dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Turnamen olahraga rekreasi ini akan berlangsung di Jakarta pada 6-12 Oktober dengan diikuti 110 negara peserta. Namun, khusus cabang olahraga yang akan diikuti penyandang penyandang difabel hanya nomor Bocce Ball. Sebanyak 18 anak penderita tuna grahita akan berkolaborasi dengan 18 partner atlet (atlet normal) dalam kejuaraan dunia ini ( (Unified Bocce Ball Special Olympics).

Atlet Intelektual difabel dari Indonesia diwakili Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta. Masing-masing akan mengirimkan dua atlet Bocce. Selain Indonesia, negara lain yang ambil bagian pada nomor cabang olahraga Bocce dengan peserta penyandang intelektual difabel yakni Bangladesh, Bruney Darussalam, India Barat, Malaysia, Filipina, Srilagka, dan Timor Leste. Setiap tim terdiri dari delapan orang yakni satu atlet putra difabel, satu atlet putri difabel, satu partner atlet putra (atlet normal), satu orang partnet atlet putri, pelatih putra, pelatih putri, pimpinan rombongan, dan satu orang perwakilan negara.

Pertandingan Bocce Ball untuk penyandang intelektual difabel yang akan dilaksanakan di Kawasan Ancol, Jakarta pada 7-10 Oktober tersebut menyiapkan tiga nomor pertandingan. Yakni nomor ganda putra dimana setiap tim terdiri dari dua orang yakni satu atlet putra difabel dan satu partner atlet putra (atlet normal). Kemudian nomor ganda putri yakni satu atltet putri difabel dan satu partnet atlet (atlet normal).

Selanjutnya, satu nomor pertandingan lagi yakni tim unified yang terdiri dari empat orang per tim (Satu atlet putra difabel, satu atlet putri difabel, satu partner atlet putra (atlet normal), dan satu partner atlet putri (atlet normal). Kemudian didampingi masing-masing pelatihnya.

Ketua Umum PP SOIna, Prof Dr Faisal Abdullah, SH, M.Si., DFM mengatakan keterlibatan mereka yang mengalami intelektual disabilitas atau kelambanan dalam berfikir dalam sebuah kegiatan olahraga seperti ini akan meningkatkan kepercayaan dirinya. Sekalipun, memiliki keterbatasan, namun tetap mampu berprestasi. SOIna yang menjadi anggota Special Olympics Internasional akan terus memberi ruang dan menggali kemampuannya. Khususnya dalam bidang olahraga.

Kegiatan semacam ini juga menurut Faisal Abdullah akan memberikan kesadaran pada semua masyarakat Indonesia untuk memberikan perlakuan yang sama pada mereka. Khususnya orang tua yang tidak bisa dipungkiri, masih ada yang tidak percaya diri membawa anaknya yang mengalami gangguan dalam pertumbuhannya seperti anak dengan intelektual difabel ini untuk tampil di masyarakat. “Padahal, mereka juga punya potensi. Dan mereka harus diberikan ruang. Inilah mengapa SOIna hadir,” ujar Faisal Abdullah, Rabu, 7 September.

Lebih lanjut, TAFISA World Games 2016 menurut Faisal akan menjadi kesempatan mereka untuk menunjukkan bakatnya. Membangun kepercayaan diri. Selain itu, untuk mempersiapkan diri pada kejuaraan dunia lain selanjutnya. Apalagi, dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan SOI dan tidak sedikit wakil dari Indonesia mampu mengibarkan bendera merah putih dan membuat lagu Indonesia Raya menggema. (red/Fajar)

FAJAR Sport

loading...
Click to comment
To Top